Kajian Teori: 6 Pengertian Autis Berdasarkan Pendapat Para Ahli

By | Juli 15, 2018

Autis merupakan seseorang yang mengalami gangguan komplek mencakup bahasa, interaksi sosial, komunikasi, maupun perilaku, walaupun memiliki hambatan namun anak tersebut dapat dikembangkan dengan layanan dan pendidikan khusus.

Ilustrasi autisme via sciencenordic.com

Banyak anak autis dijumpai di sekolah luar biasa (SLB) maupun pada sekolah inklusi. Pada artikel ini akan lebih jelas membahas mengenai pengertian-pengertian autis dijelaskan oleh enam ahli sebagai berikut:

Baca Juga  3 Alasan Mengapa Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) Perlu Sekolah Sejak Dini

1. Triantoro Safaria (2005:1), autisme sebagai ketidakmampuan untuk berinteraksi dengan orang lain, ekolalia, adanya aktivitas bermain yang repetitif dan stereotipe, mutism, pembalikkan kalimat , gangguan berbahasa yang ditunjukkan dengan penguasaan yang tertunda, rute ingatan yang kuat serta keinginan obsesif untuk mempertahankan keteraturan di dalam lingkungannya.

2. Gerlach (Yosfan Azwandi, 2005 : 13) menjelaskan bahwa autis memiliki masalah gangguan perkembangan yang kompleks yang muncul sebelum umur tiga tahun sebagai dampak adanya gangguan neurobiologis sehingga berdampak pada fungsi otak. Gangguan pada otak mengakibatkan anak autis mempunyai hambatan baik dalam komunikasi, interaksi sosial, maupun perila Berbagai hambatan yang dimiliki anak autis menyebabkan mereka membutuhkan pendidikan khusus dan layanan khusus.

3. Joko Yuwono (2012: 26), berpendapat bahwa pengertian autisme telah dimuat dalam IDEA (Individuals with  Disabilities  Education  Act)  yakni  masalah  perkembangan  yang secara signifikan berdampak pada kemampuan komunikasi verbal, non verbal, interaksi sosial  yang  umumnya  terjadi  sebelum  umur  tiga  tahun.

4. Endang Supartini (2009), menjelaskan anak autis adalah anak yang mengalami gangguan perkembangan yang umumnya terjadi sebelum usia 3 tahun dan kompleks, yang berdampak pada perkembangan sosial, berkomunikasi, perilaku maupun emosi tidak berkembang opti Akibatnya anak menjadi kurang memperhatikan lingkungan dan asik dengan dunianya sendiri.

5. Hallahan & Kauffman (2009 : 433), menjelaskan autisme adalah seseorang yang mempunyai hambatan pada aspek interaksi sosial, komunikasi, perilaku repetitif serta stereotip. Selain itu juga mereka mengalami hambatan kognitif dan beberapa mengalami gangguan persepsi sensori.

6. Haryanto (2011: 78), Autis berasal dari kata auto, yang berarti sendiri, maka dapat diartikan seorang anak yang  hidup  dalam  dunianya sendiri.  Anak  tersebut  cenderung  mengalami hambatan dalam interaksi, komunikasi, maupun perilaku sosial.

Baca Juga  Anak Cerebral Palsy: Definisi, Klasifikasi, Karakteristik, Penyebab, & Layanannya

Daftar Pustaka:

Triantoro Safaria. (2005). Autisme : Pemahaman Baru untuk Hidup Bermakna Bagi Orang Tua. Yogyakarta : Graha Ilmu.

Yosfan Azwandi. (2005). Mengenal dan Membantu Penyandang Autisme. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional.

Joko Yuwono. (2012). Memahami Anak Autistik : Kajian Teoritik dan Empirik. Bandung : Alfabeta.

Hallahan,  D.  P.  &  Kauffman,  J.  M.  (2009).  Exceptional  Learners  :  An Introduction to Special Education. USA: Pearson Education, Inc.

Endang Supartini. (2009). Program Son-Rise untuk Pengembangan Bahasa Anak Autis.  Jurnal  Pendidikan  Khusus.  Nomor  2,  volume  5,  44-54  diakses melalui  journal.uny.ac.id pada tanggal 31 Maret 2013.

Haryanto. (2011). Asesmen Pendidikan Luar Biasa. Yogyakarta : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Yogyakarta

Demikian adalah artikel mengenai pengertian-pengertian autis semoga dapat menjadi referensi bagi anda, terima kasih.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *