Anak Terlambat Bicara? Tenang, Si Kecil Belum Tentu Autis!

By | September 12, 2021

Anak terlambat bicara adalah merupakan salah satu masalah umum yang terjadi pada perkembangan anak yang sifatnya sementara. Gangguan anak yang kesulitan mengungkapkan sesuatu atau gagap sering kali membuat orang tua menjadi cemas. Sebab pada beberapa kasus, kondisi semacam ini merupakan salah satu indikasi dari penyakit serius.

Namun perlu diketahui bahwa tidak semua anak yang telat bisa bicara mengidap autisme. Hal ini bisa saja terjadi karena pada dasarnya setiap anak memiliki proses perkembangan yang berbeda-beda.

anak terlambat bicara
Ilustrasi ibu bicara dengan anaknya via alphamom.com

Sebab Anak Terlambat Bicara

Ada beberapa faktor yang menyebabkan gangguan bicara pada anak antara lain, lingkungan yang mengajarkan banyak bahasa (bilingual) dan gangguan pada pendengaran anak. Faktor lainnya adalah anak kesulitan dalam mengerti dan mencari kata, gagap, kelainan pada struktur rongga mulut, orang sekitar yang abai dan autisme.

Tahap Pekembangan Bicara pada Anak

Secara umum anak telat untuk bisa bicara baru terdeteksi di usia 18 hingga 30 bulan. Pada usia tersebut normalnya anak sudah mampu mengucapkan kurang lebih 10 – 50 lebih kata serta sudah mulai paham tentang pertanyaan sederhana. Sedangkan pada anak yang memiliki gangguan pekembangan bicara memiliki lebih sedikit kosa kata dibanding anak seusianya. Namun kemampuan bermain, kemampuan motorik, kemampuan berpikir, kemampuan pengertian akan bahasa dan sosial setara dengan teman sebayanya.

Hal yang tidak tepat adalah ketika anak mengalami kesulitan berbicara, orang tua menganggap gangguan tersebut bisa teratasi dengan sendirinya seiring berjalannya waktu. Sebagaimana telah dipaparkan diatas bahwa salah satu sebab keterlambatan anak dalam berbicara adalah sikap abai dari orang sekitarnya. Maka sudah sepatutnya orangtua memberikan perhatian lebih dengan menstimulasi kemampuan anak untuk berbicara.

Baca Juga  11 PTN Yang Membuka Jurusan Pendidikan Luar Biasa (PLB) di Indonesia

Baca Juga: Perkembanagan anak bicara normal

Ciri Anak Mengidap Autis

Salah satu faktor penyebab anak telat untuk bisa bicara adalah autis. Orang tua harus lebih jeli dalam mengamati ciri-ciri anak yang memiliki keterlambatan bicara dan anak autis. Pada kondisi anak mengalami autis, kemampuan meresponnya cenderung sangat lambat sekalipun namanya telah dipanggil oleh orang lain.Gangguan keterlambatan perkembangan tidak hanya dalam bicara, anak autis juga mengalami gangguan dalam berinteraksi sosial dan gerak tubuh.

Menginjak usia 12 bulan, anak autis akan belajar berbicara seperti balita pada umumnya. Akan tetapi perkembangan anak akan berhenti pada tahap ini sementara usianya terus bertambahnya. Mereka cenderung melakukan gerakan yang sama secara berulang, begitu juga dengan kosakata.

Namun anak autis tidak mampu menguntai kosakata yang diucapkan berulang tersebut menjadi sebuah kalimat yang dapat dipahami. Pada kondisi ini anak autis sekilas akan terlihat seperti anak normal yang mengalami terlambat bicara. Bedanya adalah pengulangan hanya pada kata yang di dengar atau kosakata yang hanya memiliki arti bagi mereka sendiri. Komunikasi anak autis umumnya menggunakan isyarat atau melalui gambar.

Cara Mengatasi

Ketika si kecil mulai memiliki tanda-tanda ganguan bicara cobalah untuk melakukan stimulasi. Cara menstimulasi anak adalah dengan mengulangi setiap ucapan si kecil dengan kata yang benar, ajak bicara sambil bergerak, dan puji setiap perkembangannya. Agar secara perlahan kemampuan bahasanya berkembang secara normal.

Selain itu orangtua dapat merangsang bicara anak dengan membacakan narasa seperti dongen, buku dan ajak anak untuk bernyanyi. Sehingga si kecil akan terdorong untuk mengikuti setiap kalimat atau kata yang disebutkan.

Baca Juga: Tanda anak gifted berkebutuhan khusus

Baca Juga  5 Contoh Media Pembelajaran Autis Yang Bermanfaat

Jika si kecil tidak menunjukkan perkembangan bicara di usia 18 – 30 bulan meskipun telah dilakukan stimulus, maka segera lakukan konsultasi pada dokter. Agar permasalah seperti gangguan berbahasa, gangguan pendengaran, ataupun autis yang terjadi pada anak dapat diidentifikasi dan ditangani sejak dini.