Gaya Belajar Balita, Ini Kenapa Balita Sering Melakukan Hal Aneh

By | Januari 23, 2021

Bagi para orang tua selama ini mungkin sering bertanya-tanya kenapa anak-anak di usia balita sering terkesan bertindak semau mereka padahal sudah dilarang. Bahkan biasanya balita tersebut akan melakukan tindakan yang dilarang tersebut secara berulang.

Hal inilah yang membuat para orangtua sering merasa jengkel dan kebingungan mengatasi kebiasaan buah hatinya tersebut. Namun tak perlu khawatir karena gaya belajar balita memang cenderung unik dan hal tersebut harus dimaklumi oleh setiap orangtua.

Alasan Balita Sering Bertindak Semaunya

gaya belajar balita
ilustrasi balita via mambaby.com

Setiap anak pasti akan mengalami tahap perkembangan yang dimulai sejak mereka masih bayi. Dimana dalam tahap perkembangan tersebut, setiap balita memiliki gaya belajar tersendiri. Tak heran jika balita sering melakukan hal-hal yang sebetulnya dilarang.

Namun Anda tak perlu khawatir karena hal tersebut adalah wajar terjadi dan menjadi bagian dari gaya belajar balita. Berikut akan dijelaskan alasan balita sering bertindaksemuanya:

1. Gaya Berpikir Balita

Pada tahap perkembangan balita, mereka akan mengalami perkembangan fisik maupun proses berpikir. Setiap balita memang tidak akan langsung mampu berpikir secara logis dan konseptual seperti orang dewasa. Balita juga masih memiliki pemahaman terhadap dunia yang masih terbatas sesuai sudut pandangnya sendiri.

Baca Juga: Pengertian metode karya wisata

2. Egosentris

Balita memang cenderung melakukan tindakan semaunya karena mereka memiliki cara berpikir yang egosentris sehingga dunia seolah hanya terpusat pada dirinya. Hal ini bukan berarti anak akan tumbuh menjadi egois,melainkan karena balita memiliki kemampuan berpikir yang masih terbatas.

Dengan demikian balita akan cenderung berpikir apa yang ia lihat, dengar dan rasakan akan sama seperti orang lain. Orang tua sebaiknya memahami bahwa egosentrislah yang membuat balita sering bertindak semaunya.

Baca Juga  Mengenal Lebih Dalam Metode Drill: Kegiatan Latihan Berulang

3. Balita Belajar Sebab dan Akibat Melalui Panca Inderanya

Anak balita memang cenderung gemar melempar dan menjatuhkan barang-barang disekitarnya. Hal ini disebabkan karena gaya belajar balita mengenai sebab dan akibat dilakukan melalui panca inderanya. Biasanya eksplorasi sebab dan akibat tersebut dilakukan dengan melempar atau menjatuhkan barang lalu akan muncul suara sehingga membuat seorang balita menjadi penasaran.

Saat buah hati Anda menjatuhkan barang, pasti yang akan Anda lakukan adalah mengambilnya dan memberikan barang tersebut padanya. Hal tersebut ternyata juga merupakan proses sebab dan akibat yang dipelajari oleh anak tetapi dianggap seru oleh mereka.

Tips Mengajarkan Sesuatu Kepada Balita

Setelah memahami alasan yang membuat balita sering bertindak semaunya tentu kini Anda menjadi lebih mengerti mengenai perilaku dan gaya belajar balita. Supaya buah hati Anda bisa diajari tentang sesuatu yang baik dan benar maka berikut ini beberapa tips yang bisa Anda terapkan:

  1. Eksplorasi Multisensori
    Balita bisa memahami sesuatu dari informasi yang mereka peroleh melalui panca indera. Anda bisa mengajak anak untuk beraktivitas dan bermain untuk mengoptimalkan fungsi panca inderanya.
  2. Kendalikan Screen Time
    Memberikan waktu bermain gadget atau screen time ternyata dapat membuat anak menjadi pasif dan kehilangan kesempatan mengembangkan aspek bahasa dan motoriknya. Untuk itulah sebaiknya orang tua perlu mengendalikan screen time untuk balita usia 18 bulan ke atas.
  3. Berikan Contoh dengan Praktik
    Gaya belajar balita yang paling bagus yaitu dengan meniru. Dengan demikian sebaiknya Anda harus bisa memberikan contoh dengan praktik secara langsung dihadapan buah hati dan jangan hanya diperintah melalui ucapan saja.
  4. Berikan Pujian
    Berikanlah pujian kepada anak setiap mereka berhasil melakukan sesuatu. Sebab pujian adalah aktivitas yang dapat menguatkan hubungan emosional antara orang tua dan anak serta menjadi motivasi bagi anak untuk terus melakukan hal yang telah ia pelajari.
  5. Menyusun Kebiasaan
    Saat anak belum menunjukkan kemajuan, maka jangan menyerah. Anda harus tetap sabar mengajari buah hari dan berikan contohnya kepadanya agar hal tersebut bisa menjadi sebuah kebiasaan.
Baca Juga  7 Contoh Kegiatan Motorik Halus untuk Anak TK Yang Bermanfaat

Baca Juga: Pengertian metode ceramah

Ketika balita sering melakukan tindakan semau mereka maka orang tua tak perlu khawatir karena hal tersebut adalah bagian dari gaya belajar balita. Nantinya balita tersebut akan bisa melakukan kebiasaan yang baik dengan ditanamkan secara perlahan-lahan oleh orang tua.