12 Tips Berkomunikasi Dengan Penyandang Tunarungu

By | Oktober 13, 2018

Tunarungu merupakan seseorang yang mengalami hambatan pada pendengaran baik total (diatas 90 dB) atau susah mendengar (diatas 20 dB) yang diakibatkan sebelum kelahiran maupun setelah kelahiran sehingga berdampak pada kemampuan menerima informasi.

Cara berkomunikasi dengan penyandang tunarungu perlu diketahui, terlebih bila anda memiliki anggota keluarga, teman, atau rekan kerja yang mengalami kondisi tersebut agar mereka mampu menangkap apa yang ingin kita sampaikan maupun sebaliknya.

Ilustrasi alat bantu dengar via youcanbeawesley.com

Penyebab 

Tunarungu dapat disebabkan saat sebelum kelahiran (prenatal) dan setelah kelahiran (postnatal), lebih jelasnya sebagai berikut:

Sebelum kelahiran

Berbagai penyebab tunarungu yang terjadi sebelum kelahiran seperti genetik yang diturunkan oleh orang tua, kemudian virus TORCH  dan faktor lain seperti konsumsi obat-obatan yang berlebihan yang dialami ibu ketika sedang mengandung juga dapat menyebabkan ketunarunguan.

Baca Juga  Contoh Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Bagi Tunanetra

Setelah kelahiran

Penyebab yang terjadi setelah kelahiran seperti salah penanganan ketika proses persalinan, kemudian trauma yang benturan, maupun kecelakaan lain dapat mengakibatkan seseorang menjadi penyandang tunarungu.

Tips berkomunikasi dengan mereka

Ketika kita berhadapan dengan seorang tunarungu atau tuli, tentulah kita akan merasa sedikit kesulitan untuk berkomunikasi. Apalagi jika kita tidak memahami bahasa isyarat. Bisa jadi karena hal ini kemudian kita dicap sebagai seorang yang tidak ramah terhadap disabilitas. Guna menghindari hal tersebut, berikut ini akan diulas beberapa cara komunikasi tunarungu yang baik, antara lain:

1. Kuncilah perhatian mereka
Guna mendapatkan perhatian dari lawan bicara, cobalah panggil dengan menyentuh bahu atau lengan mereka secara perlahan. Atau bisa juga dengan melambaikan tangan.

2. Berhadapan langsung
Cara komunikasi tunarungu selanjutnya yakni dengan berhadapan satu sama lain langsung. Seorang yang tunarungu perlu untuk melihat jelas lawan bicaranya untuk bisa menguraikan bahasa dari ekspresi wajah dan juga membaca gerakan bibirnya. Usahakan untuk memertahankan ketinggian dengan lawan bicara serta hindari beberapa hal seperti menutupi wajah atau mulut dengan tangan, menggigit bibir atau menggunakan masker.

3. Lakukan kontak mata

Ketika berkomunikasi dengan seseorang, kontak mata sangat penting. Dengan kita melakukan kontak mata dengan lawan bicara dapat membangun kepercayaan, ketertarikan pada pembicaraan, dan tentunya menghormati lawan bicara dalam hal ini tunarungu.

4. Atur jarak
Jangan terlalu jauh dan jangan terlalu dekat. Jarak terbaik ketika berkomunikasi yakni sekitar 1 meter.

5. Maksimalkan pencahayaan
Pencahayaan yang baik akan memudahkan mereka dalam membaca gerakan bibir. Jadi, hindarilah berbicara dengan seorang tunarungu di tempat yang gelap.

6. Berikan konteks dan kata kuncinya
Sebelum mulai percakapan, usahakan untuk memberi tahu konteks yang ingin Anda obralkan bersama dengannya. Ini akan membantunya dalam membuat gambaran kemana arah percakapan tersebut.

7. Gunakan gerakan bibir yang normal
Hindari bergumam, bicara terlampau cepat, atau membesarkan kata-kata. Hal tersebut akan membuat lawan bicara Anda kesulitan dalam memahami gerakan bibir. Perlu diketahui juga jika tidak semua orang tuli memiliki kemampuan untuk membaca bibiryang sama. Jadi perhatikan dengan baik gerakan bibir Anda ketika mengucapkan sesuatu.

8. Volume bicara
Ketika komunikasi tunarungu, tetaplah berbicara dengan volume normal dan hindari berteriak. Teriakan bisa membuat lawan bicara Anda tidak nyaman, khususnya mereka yang menggunakan alat bantu dengar.

9. Gunakan isyarat serta ekspresi
Ketika berkomunikasi dengan penyandang tunarungu dapat disertai dengan isyarat dengan tangan maupun gestur agar lebih mudah menerima maksud dan mempertegas apa yang kita inginkan. Contoh membuat seolah-olah gerakan minum apabila kita ingin minum, membuat gerakan makan bila kita ingin mengajak makan maupun gerakan lain.

10. Hindari berbicara bersamaan
Bicaralah bergantian. Hindari berbicara bersamaan karena ini akan menyulitkannya dalam mencerna makna.

11. Bersikap sopan
Cara komunikasi tunarungu selanjutnya yakni dengan tetap menjaga kesopanan. Hindari meninggalkan lawan bicara begitu saja tanpa permisi terlebih dahulu. Semisal ada telepon, katakanlah terlebih dahulu jika Anda ingin mengangkatnya.

12. Ulangi dan tulis poin yang penting
Jikalau ada kertas, tulislah pesan pokok atau poin penting dari bahasan Anda, sehingga secara tidak langsung Anda bisa membantunya berkomunikasi. Misalnya penulisan tentang waktu, dosis obat, tanggal dan lain sebagainya.

Baca Juga  Mengenal Program Studi S1 Pendidikan Luar Biasa (PLB)

Itulah 12 cara komunikasi tunarungu yang bisa Anda praktekkan. Selain beberapa hal diatas, jangan lupa untuk memastikan bahwa lawan bicara Anda sudah paham dengan pokok bahasan tersebut. Hal ini untuk mengurangi adanya kesalahpahaman saat berkomunikasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *