Konferensi Kasus: Contoh Data Asesmen Anak Tunarungu

By | Juli 3, 2018

Berikut ini adalah contoh data hasil asesmen anak tunarungu yang dipaparkan dalam konferensi kasus (case conference). Data ini berisi mengenai berbagai informasi anak dari berbagai aspek. Tujuan dari data asesmen ini selanjutnya digunakan sebagai bahan untuk rancangan program pembelajaran bagi anak tunarungu yang bersangkutan. Semoga bermanfaat.

Asesmen tunarungu via dreams.metroeve.com

FORM HASIL ASESMEN TUNARUNGU

Nama Sekolah             : SLB Z

Alamat                            : Jalan x, Yogyakarta

I      Informasi Umum

Nama Siswa                       : JKL

Alamat, No telp.                : Jalan x, Yogyakarta

Kelas                                    : III SDLB B

Tanggal lahir/usia            : 4 juli 2007

Jenis kelamin                     : Laki-laki

Nama guru                         : Bu AT

II    Tujuan Asesmen              :

            Menemukan kelemahan dan kekuatan siswa dari berbagai aspek. Sehingga nantinya dapat digunakan sebagai dasar pembuatan program pembelajaran indiviadual (PPI) maupuan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) bagi siswa tersebut.

III   Masalah yang dihadapi Guru Kelas

Anak masih mengalami masalah pada kemampuan membaca dan berhitung, kemudian anak memiliki konsentrasi yang lemah, suka melamun, kurang teliti , senang menjahili teman-temannya ketika di dalam kelas maupun di luar kelas, dan apabila melakukan kekgiatan sesuatu ingin cepet selesai (kurang sabar).

IV   Masalah yang dihadapi orangtua 

Orang tua kadang mengalami kesulitan dalam berkemunikasi yakni kesulitan menangkap maksud anak.

Baca Juga  10 Penyandang Disabilitas Di Indonesia Yang Berprestasi

V    Informasi yang dibutuhkan

  1. Informasi kemampuan kognitif.
  2. Informasi kemampuan motorik, baik motorik kasar maupun halus.
  3. Informasi kemampuan akademik.
  4. Informasi kemampuan bahasa.
  5. Informasi interaksi sosial, emosi, dan perilaku.
  6. Informasi kemampuan ADL

VI   Hasil Assesmen dan analisis kasus

Assesmen lengkap yang diterima dari ahli:

PKPBI

  1. Deteksi: mampu ( 3 alat musik tambur, gong, rebana)
  2. Diskriminasi : sudah mampu membedakan sumber bunyi (gong dan tambur)
  3. Identifikasi: mampu menghitung bunyi sampai 25, namun kadang terdapat kesalahan.
  4. Komperhensi: belum mampu
  5. Kendala: kurang tertanam sikap positif belajar

Hasil Assesmen dari Guru Khusus

Aspek Motorik

  • Motorik kasar

Anak memiliki anggota gerak lengkap baik tangan dan kaki seperti anak pada umumnya. Ketika asesor melakukan tes motorik kasar yang dilakukan di lapangan. Anak dapat melakukan berbagai kegiatan yang berhubungan dengan motorik kasar antara lain: berjalan, berlari, menggiring, menendang bola, menangkap bola dan memukul bola.

  • Motorik halus

Berdasarkan observasi yang dilakukan di kelas, anak tidak mengalami masalah pada kemampuan motorik halus. Ketika pembelajaran prakarya, nampak anak dapat  mengikuti kegiatan menghias piring dengan menempel berbagai bentuk manik-manik dan hiasan lain dengan ukuran yang kecil pada piring.

Kognitif

Berdasarkan observasi yang telah dilakukan, anak tidak mengalami masalah pada aspek kognitif. Setelah dilakukan tes sederhana anak mampu melakukan kegiatan diskriminasi, klasifikasi, ordering dan seriasi, korespondensi, dan konservasi baik berdasarkan warna, bentuk, ukuran, arah, maupun tekstur. Hanya terdapat sedikit bantuan kepada siswa yang dilakukan oleh asesor berupa kata-kata yang lebih sederhana yang diucapkan dengan gerak bibir agar anak lebih memahami maksudnya.

Akademik

Pada kemampuan menulis, anak mampu menyalin kalimat dengan baik. Dari segi keterbacaan tulisan juga dapat terbaca dengan mudah oleh orang lain. Hanya saja anak cenderung tidak sabar ketika menulis sehingga masih dijumpai banyak huruf yang hilang utamanya pada kata-kata yang terdiri dari banyak huruf. Pada kemampuan berhitung, hingga saat asesor melakukan asesmen di sekolah, anak mampu melaksanakan operasi hitung penjumlahan dan pengurangan baik puluhan dan satuan.

Bahasa

Dari segi bahasa anak mengalami kesulitan dalam mengucapkan huruf m dibaca ep, dan huruf r dibaca l.

Sosial, Emosi, Perilaku

Pada aspek sosial anak dapat bergaul baik dengan teman satu kelas ataupun teman yang lainnya diluar kelas. Anak mampu berbaur dan bermain dengan teman-temannya di luar kelas ketika istirahat. Kemudian pada aspek emosi, anak dapat mengungkapkan perasaan senang dan sedih dengan baik, tidak cengeng, dan mampu duduk tenang ketika pembelajaran. Tetapi anak juga memiliki kebiasaan sesekali menjahili teman-temannya ketika pembelajaran dikelas maupun ketika bermain. Selain itu anak ketika pembelajaran dikelas juga sering melamun sehingga pekerjaan yang dilakukan cenderung lama selesai.

Activity Daily Living (ADL)

Anak mampu melakukan kegiatan ADL antara lain seperti makan, mandi, mengganti pakaian, memakai sepatu, maupun kegiatan lainnya secara mandiri tanpa bantuan orang tua.

Informasi penting lainnya:

Berdasarkan observasi di kelas, guru kelas menyampaikan bahwa anak sangat menyukai kegiatan olahraga, lebih spesifik olahraga yang digemari anak yakni bulutangkis.

Baca Juga  Kajian Teori: 5 Pengertian Anak Berbakat Menurut Para Ahli

VII Rekomendasi :

  1. Menggunakan media-media (kartu gambar) yang menarik untuk mengenalkan kosa kata, kalimat dan pemahaman maknanya pada anak
  2. Memberikan latihan untuk meningkatkan kemampuan anak dalam operasi hitung penjumlahan dan pengurangan dua bilangan.
  3. Memberikan latihan untuk membedakan dan mengidentifikasi bunyi sebagai modal untuk membantu dalam pembelajaran bahasa.
  4. Memberikan latihan artikulasi untuk meningkatkan kejelasan dalam pengucapan anak

VIII Tujuan Tahunan

  1. Siswa mampu memahami kosa kata baru dan maknanya
  2. Siswa mampu membaca kalimat sederhana dan memahami maknanya
  3. Siswa mampu mengungkapakan ide atau pemikirannya baik lisan maupun tulisan.
  4. Siswa mampu membedakan dan mengidentifikasi bunyi.

 

 

Yogyakarta,…………………..

Pembuat:

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *