Mengenal PKPBI danTahapannya Bagi Tunarungu

By | Oktober 10, 2018

Pengembangan Komunikasi Persepsi Bunyi dan Irama yang disingkat dengan PKPBI merupakan perubahan dari BKPBI. Perubahan ini tertera dalam kurikulum 2013 (K13). PKPBI sendiri adalah suatu bentuk layanan yang diprogramkan untuk anak berkebutuhan khusus, terutama peserta didik dengan hambatan pendengaran atau tunarungu.

ilustrasi siswa tunarungu memakai alat bantu dengar via atlantahearinginstitute.com

Program layanan ini memungkinkan peserta untuk bisa mendiskriminasikan, mendeteksi serta mengidentifikasi berbagai macam bunyi hingga kemudian diaplikasikan dalam keseharian. Salah satu strategi utama dalam pembelajaran ini adalah dengan penghayatan terhadap bunyi baik itu disengaja maupun yang tidak.

Diharapkan dengan adanya program ini, kemampuan komunikasi dan juga kemampuan untuk mempersepsikan bunyi lewat pendengaran dan perasaan yang masih dimiliki oleh para peserta didik tunarungu bisa dimanfaatkan sebaik mungkin untuk berintegrasi dengan lingkungan sekitar.

Baca Juga  Anak Cerebral Palsy: Definisi, Klasifikasi, Karakteristik, Penyebab, & Layanannya

Tujuan dari PKPBI

Secara umum tujuan dari program khusus ini agar para peserta didik mampu berkomunikasi dengan baik secara verbal ataupun non verbal. Selain itu juga untuk meningkatkan kepekaan pendengaran dan juga vibrasi peserta didik agar lebih mudah memaknai berbagai macam bunyi dengan atau tanpa alat bantu dengar.

Sedangkan jika dilihat secara khusus, PKPBI memiliki tujuan antara lain:

  1. Peserta didik mendapatkan pemahaman lebih dalam terkait dengan lambang bunyi bahasa
  2. Peserta didik lebih terampil dalam pengucapan berbagai lambang bunyi bahasa
  3. Peserta didik akan lebih terampil dalam memilih kata dan atau kelompok kata untuk berkomunikasi
  4. Peserta didik akan lebih bisa membaca dan memahami ujaran
  5. Peserta didik akan lebih terampil untuk mengoptimalisasikan sisa pendengaran ataupun perasaan vibrasinya dengan atau tanpa alat bantu dengar ketika dia berkomunikasi dan berinteraksi dengan lingkungan
  6. Dampak negatif dari ketunarunguan bisa berkurang

Tahapan PKPBI

Dalam pelaksaan PKPBI setidaknya ada 4 tahapan wajib yang harus dilakukan yakni deteksi, diskriminasi, identifikasi dan komperhensi bunyi. Berikut uraian singkatnya:

  1. Deteksi bunyi
    Ini adalah tahapan pertama dari PKPBI dimana disini merupakan latihan pemberian respon terhadap ada atau tidak adanya bunyi. Atau bisa juga dikatakan sebagai latihan kesadaran untuk meningkatkan daya sensitivitas terhadap bunyi. Nah, bunyi yang dilatih untuk ini ada 3 macam yakni bunyi latar belakang, alat musik dan juga bahasa.
  2. Diskriminasi bunyi
    Latihan ini ditujukan agar peserta bisa membedakan bunyi baik itu bunyi bahasa atau bunyi alat musik.
  3. Identifikasi bunyi
    Latihan ini ditujuakn agar anak mampu mengenali dan menyebutkan bunyi-bunyi tertentu.
  4. Komperhensi bunyi
    Ini adalah latihan memahami bahasa. Artinya peserta didik akan menangkap makna dari bunyi-bunyian yang didapatinya kemudian memberikan respon yang berarti kepahamannya terhadap bunyi tersebut.
Baca Juga  Belajar Braille: Membaca Huruf, Angka, dan Tanda Baca dengan Mudah

Diatas adalah sedikit uraian terkait dengan PKPBI mulai dari pengertian, tujuan hingga tahapannya. Mengetahui hal ini sangat penting khususnya bagi seorang pengajar dan juga orangtua yang memiliki anak tunarungu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *