Konsep Dasar Mengenai Motivasi Belajar Pada Siswa

By | Agustus 27, 2018

Kali ini penulis membagikan artikel tentang konsep dasar motivasi belajar mencakup pengertian, faktor apa saja yang mempengaruhi, serta cara meningkatkan motivasi belajar siswa, semoga bermanfaat.

Ilustrasi motivasi seseorang mendaki gunung via inspiredtraveller.in

A. Pengertian Motivasi belajar

Pengertian motivasi menurut beberapa ahli adalah :

1. Sudarwan Danim (2004: 2) menjelaskan bahwa motivasi dapat diartikan sebagai kekuatan, dorongan, kebutuhan, semangat, tekanan, atau mekanisme psikologis yang endorong orang atau sekelompok orang untuk mencapai prestasi tertentu sesuai yang dikehendakinya.

2. Mc Donald (Rimang,2011: 85) motivasi adalah perubahan energi pada diri seseorang yang ditandai dengan munculnya “feeling” dan didahului dengan tanggapan terhadap adanya tujuan.

3. Thursan Hakim (2000: 26) mengemukakan pengertian motivasi adalah suatu dorongan kehendak yang menyebabkan seseorang melakukan suatu perbuatan demi mencapai tujuan tertentu.

Selanjutnya sedikit pengertian mengenai belajar adalah perubahan tingkah laku yang dinampakkan dalam perilaku baru sebagai akibat dari pengalaman maupun latihan.

Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa motivasi belajar adalah suatu keadaan yang mendorong untuk melakukan suatu kegiatan dan mengarahkan tingkah laku serta menjaga tingkah laku pada kegiatan belajar agar mencapai tujuan yang diinginkan.

Menurut Rimang (2011: 86) motivasi dapat dibagi menjadi dua jenis, yaitu :

1. Motivasi dalam diri individu (intrinsik)

Jenis motivasi ini timbul dari dalam diri individu itu sendiri tanpa ada paksaan ataupun dorongan dari orang lain, tetapi atas dasar kemauan sendiri.

2. Motivasi luar individu (ekstrinsik)

Jenis motivasi ini timbul sebagai pengaruh dari luar individu, apakah karena adanya ajakan, suruhan, ataupun paksaan dari orang lain sehingga dengan keadaan demikian anak didik mau melakukan sesuatu atau belajar.

Bagi anak didik yang selalu memperhatikan materi pelajaran yang diberikan bukanlah masalah bagi guru. Karena di dalam diri anak didik tersebut ada motivasi, yaitu motivasi intrinsik. Anak didik yang demikian biasanya dengan kesadaran sendiri memperhatikan pelajaran guru. Rasa ingin tahunya lebih banyak terhadap materi pelajaran yang diberikan. Berbagai gangguan yang ada di sekitarnya, kurang dapat mempengaruhinya.

Baca Juga  Berbagi Pengalaman: 7 Tips Lulus UKMPPG

B. Faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi belajar

Belajar adalah suatu hal yang diwajibkan untuk semua orang, belajar sebenarnya mnyenangkan. Namun, selalu ada hambatan-hambatan yang membuat kita enggan untuk belajar. Menurut Dimyati dan Mudjiono (2010: 97), terdapat beberapa unsur yang mempengaruhi motivasi belajar siswa, antara lain :

1. Cita-cita atau aspirasi siswa

Dari segi manipulasi kemandirian,keinginan yang tak terpuaskan dapat memperbesar kemauan dan semangat belajar, dari segi pembelajaran penguatan dengan hadiah atau hukuman akan dapat mengubah keinginan menjadi kemauan dan kemauan akan menjadi cita-cita. Cita-cita dapat berlangsung dalam waktu yang sangat lama bahkan sampai sepanjang hayat. Cita-cita seseorang akan memperkuat semanagat belajar dan mengarahkan perilaku belajar.

2. Kemampuan siswa

Keinginan perlu diikuti dengan kemampuan atau kecakapan untuk mencapainya. Kemampuan akan memperkuat motivasi siwa untuk melakukan tugas-tugas perkembangannya.

3. Kondisi siswa

Kondisi siswa meliputi kondisi jasmani dan rohani. Seorang siswa yang sedang sakit,lapar,marah atau lelah akan menganggu perhatiannya dalam belajar.

4. Kondisi lingkungan siswa

Lingkungan siswa dapat berupa keadaan alam, lingkungan tempat tinggal,pergaulan sebaya dan kehidupan kemasyarakatan. Sebagai anggota masyarakat, maka siswa dapat terpengaruh oleh lingkungan sekitar.

5. Unsur-unsur dinamis dalam belajar dan pembelajaran

Siswa memiliki perasaan,perhatian,kemauan,ingatan dan pikiran yang mengalami perubahan karena pengalaman hidup. Pengalaman dengan teman sebaya berpengaruh pada motivasi dan perilaku belajar. Lingkungan alam,tempat tinggal,dan pergaulan juga mengalami perubahan. Lingkungan budaya seperti surat kabar, majalah,radio,televisi semakin menjangkau siswa. Semua lingkungan tersebut mendinamiskan motivasi belajarnya.

C. Cara meningkatkan motivasi belajar siswa

Menanamkan motivasi kepada anak tunalaras tentu tidak semudah menanamkan motivasi pada anak normal pada umumnya.Akan tetapi sebagai seorang pendidik kita harus memilki sikap optimis terhadap perkembangan anak didik. Menurut Rimang (2011: 88) ada beberapa strategi yang bisa digunakan oleh guru untuk menumbuhkan dan meningkatkan motivasi belajar anak, sebagai berikut :

1. Menjelaskan tujuan belajar kepada anak.

Pada permulaan belajar mengajar seharusnya terlebih dahulu seorang guru menjelaskan mengenai tujuan instruksional khusus yang akan dicapainya kepada siswa. Makin jelas tujuan makin besar pula motivasi dalam belajar.

2. Memberi hadiah atas keberhasilan yang diraih oleh anak.

Berikan hadiah untuk siswa yang berprestasi. Hal ini akanmemacu semangat mereka untuk bisa belajar lebih giat lagi. Di samping itu, siswa yang belum berprestasi akan termotivasi untuk bisa mengejar siswa yang berprestasi.

3. Membuka ajang saing/kompetisi diantara anak.

Guru berusaha mengadakan persaingan diantar siswanya untuk meningkatkan prestasi belajarnya, berusaha memperbaiki hasil prestasi yang telah dicapai sebelumnya.

4. Memberi pujian.

Sudah sepantasnya siswa yang berprestasi untuk diberikan penghargaan atau pujian. Tentunya pujian yang bersifat membangun .

5. Memberi hukuman.

Hukuman diberikan kepada siswa yang berbuat kesalahan saat proses belajar mengajar. Hukuman ini diberikan dengan harapan agar siswa tersebut mau merubah diri dan berusaha memacu motivasi belajarnya.

Baca Juga  Daftar Universitas Di Indonesia Yang Membuka Jurusan Pendidikan Luar Biasa (PLB)

6. Membangkitkan dorongan kepada anak didik untuk belajar.

Strateginya adalah dengan memberikan perhatian maksiaml kepada peserta didik.

7. Membangun kebiasaan belajar.

Kebiasaan belajar yang baik dapat dibentuk dengan adanya jadwal belajar.

8. Membantu kesulitan belajar.

Membantu kesulitan peserta didik baik secara individual maupun kelompok

9. Menggunakan berbagai pendekatan pembelajaran.

Meningkatkan motivasi belajar dengan menggunakan metode pembelajaran yang bervariasi. Metode yang bervariasi akan sangat membantu dalam proses belajar dan mengajar. Dengan adanya metode yang baru akan mempermudah guru untuk menyampaikan materi pada siswa.

10. Memanfaatkan dan terampil dalam menggunakan media pembelajaran

Menggunakan media pembelajaran yang baik serta harus sesuai dengan tujuan pembelajaran.

Dari uraian di atas terdapat beragam cara untuk meningkatkan motivasi belajar anak. Dimulai dari menjelaskan pada anak tentang tujuan dari belajar itu sendiri sampai tahap memanfaatkan dan terampil dalam menggunakan media pembelajaran. Jika sedari awal anak telah memiliki motivasi belajar maka ia tidak akan merasa terpaksa dalam mengikuti proses pembelajaran sehingga hasil yang didapatkan akan lebih optimal.

Daftar Pustaka:

Danim, Sudarwan. 2004. Motivasi Kepemimpinan & Efektivitas Kelompok. Jakarta: PT Rineka Cipta

Dimyati dan Mudjiono. 2010. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Rineka Cipta.

Hakim Thursan, 2000, Belajar Secara efektif, Jakarta: Pupsa Swara.

Rimang, Siti Suwadah. 2011.Meraih Predikat Guru dan Dosen Paripurna.Bandung : Alfabeta

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *