Kajian Teori: 5 Pengertian Anak Berbakat Menurut Para Ahli

By | Agustus 29, 2018

1. David Smith (2006: 305) berpendapat bahwa anak berbakat adalah siswa yang memiliki kemampuan prestasi tinggi dalam berbagai bidang baik kreativitas, intelektual, artistik, kapasitas kepemimpinan, atau bidang akademik tertentu, dan yang memerlukan pelayanan khusus untuk mengembangkan potensinya.

Ilustrasi anak berbakat via familyhomeschooler.com

Baca Juga  Simak 5 Tips Mengatur Ruang Belajar Bagi Anak Autis

2. Menurut Conny Semiawan (1995 : 10) yang dimaksud dengan bakat adalah kemampuan yang melekat atau inherent pada diri seseorang. Pengertian keberbakatan selain mencakup kemampuan intelektual yang tinggi, tetapi menunjuk pula kepada kemampuan kreatif. Sedangkan kemampuan intelektual merupakan ekspresi dari intelegensi dan kepada kemampuan intelek ini juga kita bersandar untuk menguasai dan memperlakukan perubahan kebudayaan maupun pembaharuan teknologi di dalam masyarakat.

3. Kirk, S.A. & Gallagher, J.J. dalam (Tin Suharmini, 2009: 50) anak yang termasuk gifted adalah mereka yang mempunyai intelegensi diatas 130. Sedangkan istilah talented lebih kepada keunggulan bidang-bidang khusus seperti musik, melukis, olahraga, seni, kepemimpinan, bidang akademik seperti bahasa, matematika dan sebagainya.

4. Frieda Mangunsong dalam (Tin Suharmini, 2009: 51) mengemukakan pengertian mengenai keberbakatan yang digunakan di Indonesia adalah pengertian dari United States Office of Education disingkat USOE dan Renzulli Konsep anak berbakat dari USOE dalam (Tin Suharmini, 2009: 51) dapat dikemukakan sebagai berikut. Anak berbakat adalah anak yang diidentifikasi oleh ahli (orang profesional) bahwa ia memiliki kemampuan yang menonjol, dan prestasi yang tinggi serta membutuhkan pelayanan dan pendidikan khusus yang terdeferensiasi agar dapat merealisasi kemampuannya.

5. Martison dalam (Utami Munandar 1982: 7) memberikan batasan anak berbakat sebagai berikut; “Anak berbakat ialah mereka yang diidentifikasi oleh orang orang profesional memiliki kemampuan yang sangat menonjol, sehingga memberikan prestasi yang tinggi. Anak-anak ini membutuhkan program pendidikan yang berdiferensiasi dan atau pelayanan di luar jangkauan program sekolah yang biasa, agar dapat mewujudkan sumbangannya terhadap diri sendiri maupun terhadap masyarakat”.

Baca Juga  Media Pembelajaran Bagi Anak Berkebutuhan Khusus: Siswa Tunagrahita

Daftar Pustaka:

Conny Semiawan. (1995). Perspektif Pendidikan Anak Berbakat. Jakarta: Depdikbud Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi           

David Smith. (2006). Inklusi Sekolah Ramah Untuk Semua. Bandung : Nuansa

Munandar, S. C. Utami. 1985. Mengembangkan Bakat Dan Kreativitas Anak Sekolah, (Jakarta: Gramedia).

Tin, Suharmini. 2009. Psikologi Anak Berkebutuhan Khusus. Yogyakarta: Kanwa Publiser

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *