Program Khusus: Pengembangan Diri dan Gerak (PKPDG) Tunadaksa

By | Mei 3, 2018

Kali ini penulis akan membagikan artikel mengenai program khusus bagi anak berkebutuhan khusus, lebih spesifik adalah tunadaksa. Program yang diberikan berfokus pada kemampuan koordinasi motorik tangan dan mata.

Ilustrasi anak membuat menara kubus via montessori-blog.org

Data siswa      :

Nama Siswa             : RN

Alamat, No telp.      : Sukamaju, 16 maret

Kelas                          : 2 SDLB Tunadaksa (D)

Tanggal lahir/usia  :

Jenis kelamin          : Laki-laki

Kegiatan         : Pengembangan Gerak

Waktu             : 4 x35 menit

Baca Juga  Suka Duka Menjadi Mahasiswa PLB (Pendidikan Luar Biasa)

Kemampuan awal:

  1. Siswa mengalami kondisi CP
  2. Siswa mampu menjumlah puluhan dan satuan dibawah 20
  3. Siswa mampu menulis nama sendiri dengan font yang cukup besar
  4. Siswa memahami perintah berupa verbal tetapi dalam menyampaikan tidak jelas karena kondisi yang dialami.
  5. Siswa mampu mengambil benda dengan ukuran yang tidak terlalu kecil
  6. Siswa memiliki sikap yang penurut.

Kompetensi

Mampu melakukan gerak koordinasi motorik kasar, gerak motorik halus, koordinasi mata dan tangan, mata dan kaki, mata tangan dan kaki dalam kehidupan sehari-hari dengan benar.

Indikator : Kemampuan melakukan gerak mata dan tangan.

  1. Menyusun menara kubus.

Tujuan

  1. Siswa mampu menyusun menara kubus 5 susun.

Pendekatan/Metode

Metode Drill

Sumber

Buku Pengembangan bina diri dan gerak bagi anak tunadaksa

Alat/Media

Kubus 5 ukuran

Langkah-langkah

Menyususun menara kubus:

  1. Guru mempersiapkan bermacam-macam bangun ruang kubus dalam berbagai ukuran.
  2. Siswa dengan dibimbing guru membandingkan dua kubus mana yang lebih besar, dan dilakukan berulang 3 kali dengan ukuran yang berbeda-beda.
  3. Siswa dengan dibimbing guru membandingkan dua kubus mana yang lebih besar dan lebih kecil, dan dilakukan berulang 3 kali dengan ukuran yang berbeda-beda.
  4. Siswa memulai mengambil kubus dan diletakkan pada tempat yang ditentukan oleh guru.
  5. Siswa menyusun kubus-kubus menjadi menara satu demi satu, dimulai dari kubus terbesar hingga semakin kecil.
  6. Apabila menara jatuh siswa diberi kesempatan menyusun kembali menara sebanyak 3 kali.
  7. Guru mencatat susunan ke berapa menara yang disusun siswa jatuh
  8. Selanjutnya guru memberikan bantuan langsung kepada siswa pada susunan menara yang terjatuh.
  9. Guru mengurangi sedikit-demi sedikit bantuan yang diberikan kepada sisiwa.

Penilaian

Lembar penilaian

Nama peserta didik         :

Sekolah                              :

Kelas                                   :

Guru pembimbing           :

Baca Juga  5 Pengertian Cerebral Palsy (CP) Menurut Para Ahli
No Materi Jumlah susunan Mampu Mampu dengan bantuan Tidak  mampu Keterangan
1. Menyusun menara kubus 5 susun 1 susun Siswa mampu menyusun 1 kubus tanpa bantuan Siswa mampu menyusun 1 kubus dengan bantuan guru Siswa tidak mau menyusun  1 kubus walaupun dengan bantuan guru
2 susun Siswa mampu menyusun 2 kubus tanpa bantuan Siswa mampu menyusun 2 kubus dengan bantuan guru Siswa tidak mau menyusun  2 kubus walaupun dengan bantuan guru
3 susun Siswa mampu menyusun 3 kubus tanpa bantuan Siswa mampu menyusun 3 kubus dengan bantuan guru Siswa tidak mau menyusun  3 kubus walaupun dengan bantuan guru
4 susun Siswa mampu menyusun 4 kubus tanpa bantuan Siswa mampu menyusun 4 kubus dengan bantuan guru Siswa tidak mau menyusun  4 kubus walaupun dengan bantuan guru
5 susun Siswa mampu menyusun 5 kubus tanpa bantuan Siswa mampu menyusun 5 kubus dengan bantuan guru Siswa tidak mau menyusun  5 kubus walaupun dengan bantuan guru

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *