Program Kegiatan Pengembangan Diri dan Gerak Mandi Bagi Tunadaksa

By | Februari 12, 2019

Pada kesempatan ini penulis membagikan program khusus (progsus) pengembangan diri dan gerak bagi siswa tunadaksa yakni pada kegiatan mandi.

Diharapkan melalui kegiatan ini siswa tunadaksa yang mengalami hambatan fisik maupun gerak mampu menjaga kebersihan badan secara mandiri dan benar.

ilustrasi anak mandi via raisingchildren.net.au

Langsung saja berikut ini contoh program tersebut:

Kegiatan                        : Pengembangan Diri

Waktu                            : 3 x pertemuan @ 30 menit

I. Kompetensi

Siswa mampu menolong diri sendiri berkaitan dengan kebersihan diri, berpakaian, merawat diri, dan mengurus diri sendiri dalam kehidupan sehari-hari dengan cara yang benar.

II. Indikator

Kebersihan diri: Mandi sendiri memakai sabun dan handuk.

III. Tujuan

Siswa mampu mandi mamakai sabun dan handuk secara mandiri.

IV. Pendekatan/Metode

Demonstrasi, drill, dan pemberian tugas.

V. Sumber

Pedoman Pengembangan Diri dan Gerak bagi Anak Tunadaksa, (2014), Direktorat Pembinaan Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus Dikdas, Jakarta: Kemdikbud

Kemampuan Merawat Diri, untuk Sekolah Luar Biasa Tunadaksa, (2006), Depdiknas, Direktorat Pendidikan Luar Biasa; Jakarta.

VI. Alat dan Bahan

Air, gayung, sabun, ember dan handuk.

VII. Proses Pelaksanaan

Mandi   sendiri   memakai   sabun   dan   handuk. Langkah-langkahnya antara lain:

1.    Melepas pakaian (baju, kaos, dan celana).

2.    Mengambil gayung, menciduk air dalam bak mandi atau ember selanjutnya menyiramkan keseluruh anggota tubuh.

3.    Ambil sabun mandi dan gosokkan keseluruh anggota tubuh.

ilustrasi anak tunadaksa

4.    Siram kembali seluruh anggota tubuh berkali-kali sampai bersih.

5.    Keringkan seluruh anggota tubuh dengan handuk.

6.    Langkah  terakhir  adalah  memakai  pakaian  kembali  yang  bersih  yang telah disediakan yaitu mulai dari kaos dalam, celana dalam, baju, dan celana.

VIII. Evaluasi

Evalusi dapat dibuat sesuai yang anda inginkan misalkan skor 3 bila mampu melakukan dengan mandiri, skor 2 apabila dengan sedikit bantuan, skor 1 dengan banyak bantuan, dan skor 0 bila siswa belum mampu.

Baca Juga  Terapi Perilaku (Behavior Therapy) Bagi Anak Tunalaras

Sumber:

Tim pengembang sumber belajar PLB FIP Unesa. 2017. Pengembangan Bina Diri Dan Gerak Bagi Peserta Didik Tunadaksa. Kemendikbud-Dirjen GTK.

Demikianlah contoh progsus bagi anak berkebutuhan khusus jenis tunadaksa, semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *