Tanda Bayi Mengalami Down Syndrome; Jangan Sampai Lengah

By | September 3, 2021

Tahukah Anda apa tanda bayi mengalami down syndrome? Down syndrome sendiri sebenarnya bisa dideteksi sejak bayi dalam kandungan, namun hal ini juga menuntut agar para ibu hamil agar lebih komunikatif saat memeriksakan kehamilan.

Pemilihan dokter yang dapat diajak berkomunikasi dengan baik dan jujur dalam memberikan keterangan tentang kesehatan ibu dan bayi disebut menjadi salah satu hal yang sangat berpengaruh. Pasalnya, banyak ibu hamil yang tidak mendapatkan informasi lengkap tentang janin yang dikandungnya.

Banyak kasus bayi yang mengalami Down Syndrome tanpa diketahui ibu saat hamil. Padahal, dokter seharusnya sudah dapat melakukan deteksi apakah bayi yang ditanganinya mengalami syndrome ini atau tidak. Hal ini sempat disampaikan oleh Titik Rahayuningsih sebagai sekretaris dari POTADS, Pusat Informasi dan Kegiatan Persatuan Orang Tua Anak dengan Down Syndrome.

tanda bayi mengalami down syndrome
anak down syndrome via bsalla.top

Ia mengatakan bahwa dokter terkadang menyimpan informasi terkait tanda bayi mengalami down syndrome karena ia ingin menjaga kondisi psikis ibu. Beberapa dokter menyampaikan informasi ini kepada sang ayah terlebih dahulu sehingga sang ayah dapat berkontribusi dalam perkembangan anak, sembari secara bertahap memberitahukan kepada sang ibu.

Tanda Bayi Mengalami Down Syndrome

Beberapa orang tua yang memiliki anak penderita Down Syndrome kerap memiliki komunitas. Mayoritas dari anggota komunitas mengatakan bahwa mereka tidak mengetahui kelainan pada anaknya, hingga anak mereka berusia satu tahun. Bahkan, mereka juga tidak mengetahui tanda bayi mengalami down syndrome sehingga mereka tidak berkonsultasi kepada dokter anak.

Kelainan atau tanda bayi mengalami down syndrome seperti apa? Biasanya, bayi normal dapat duduk di usia delapan hingga sembilan bulan. Namun, bayi dengan syndrome ini baru dapat duduk saat menginjak usia satu tahun. Bayi normal dapat mulai berjalan di usia satu hingga dua tahun, sedangkan bayi dengan syndrome ini baru dapat berjalan di usia 4 tahun.

Baca Juga  Berbagi Pengalaman: 4 Kesalahan Saat Mengajar Siswa SLB

Baca Juga: Olahraga untuk down syndrome

Ketahui Penyakit Bawaan

Istilah down syndrome sebenarnya diambil dari John London Down, dokter yang menemukan syndrome ini. Mayoritas bayi dengan syndrome ini memiliki penyakit bawaan. Penyakit tersebut adalah gangguan pada jantung dan juga paru-paru. Beberapa gangguan yang juga dialami oleh bayi dengan Down Syndrome adalah gangguan pada panca indera seperti penglihatan dan pendengaran dan juga masalah gastrologi serta pencernaan.

Salah satu tanda bayi mengalami down syndrome yang sangat parah yakni tidak adaya lubang anus. Disinilah peran dokter anak sangat penting untuk menangani gejala ini dari sejak awal kelahiran.

Penyebab Utama Down Syndrome

Tentu banyak orang tua atau calon orang tua yang ingin mengetahui penyebab utama dari syndrome ini. Siapapun ingin menghindari buah hati mereka untuk mengalami kelainan ini. Pasalnya, Down Syndrome bukanl ah penyakit. Hal ini sempat diungkapkan oleh Oei Hong Djien, dokter spesialis patologi anatomi.

“Down Syndrome adalah kelainan pada bayi yang memiliki kromosom berlebih,” paparnya. Ia melanjutkan bahwa setiap manusia memiliki kromosom sebanyak 23 pasang dimana bayi akan mendapatkan 46 kromosom dari total ayah serta ibu. Sedangkan bayi kelebihan kromosom adalah bayi dengan 47 kromosom.

Mayoritas bayi dengan syndrome ini lahir dari ibu yang sudah berusia di atas 40 tahun. Biasanya, anak terlahir dengan bentuk wajah yang sudah dapat dideteksi oleh dokter. Biasanya, bayi memiliki otot motorik lemah, serta lambatnya perkembangan intelektual.

Pentingnya Pendampingan Orang Tua

Orang tua perlu lebih teliti dalam memilih dokter spesialis anak, sehingga mereka dapat menangani anak yang mengalami Down Syndrome dengan lebih intensif. Biasanya, orang tua akan mendapatkan pembekalan sesi terapi bagi anak dengan syndrome ini. Terapi dapat dilakukan saat anak masih berusia di kisaran enam bulan, sehingga mereka sudah dapat melakukan gerakan lebih banyak saat menginjak satu tahun.