6 Terapi ABA Untuk Anak Tunarungu Yang Perlu Diketahui

By | November 5, 2021

Fungsi pendengaran sangatlah penting bagi setiap manusia dan merupakan anugerah dari Tuhan. Gangguan pendengaran bagi sebagian manusia yang disebut dengan Tunarungu. Gangguan tunarungu biasanya diikuti dengan gangguan tunawicara yang biasanya terjadi pada bayi yang baru lahir. Salah satu metode terapi yng diterapkan pada penderita gangguan tersebut yaitu terapi ABA untuk anak tunarungu.

Terapi ABA Untuk Anak Tunarungu

Terapi ABA Untuk Anak Tunarungu
Ilustrasi tunarungu via ozy.com

Metode ABA merupakan sebuah metode yang terstruktur yang dapat digunakan untuk anak yang memiliki beberapa kebutuhan khusus. Lalu bagaimana cara terapi ABA untuk anak tunarungu yang dibarengi dengan gangguan anak tunawicara? Nah, berikut beberapa informasi mengenai terapi ABA untuk anak dengan hambatan pendengaran yang dibarengi anak tunawicara yang wajib Anda ketahui.

1. DTT (Discrete Trial Training)

DTT merupakan salah satu teknik utama dari metode ABA. Discrete Trial Training ini merupakan latihan uji coba yang nyata. DTT ini dilakukan dari siklus yang dimulai dari instruksi, prompt, dan imbalan di akhir.

DTT adalah rangkaian terapi yang dapat dilakukan dengan menyesuaikan tingkat kemampuan anak yang memiliki kebutuhan khusus. Ini merupakan metode terapi ABA untuk anak tunarungu yang diarengi dengan gangguan tunawicara yang banyak dilakukan oleh orangtua.

2. Discrimination Training atau Discriminating

Salah satu tenik ABA ini digunakan untuk memberikan identitas, misalnya dengan mengenalkan huruf, warna, bentuk, tempat, dan sebagainya. Hal tersebut termasuk dalam tahap kognitif atau kemampuan reseptif. Untuk mengetahui peningkatan kemampuan anak, maka dapat dilakukan pembanding.

bannerartikel

Anak yang memiliki peningkatan kemampuan akan lebih mengenal dan mengidentifikasi tanpa ragu. Anak-anak akan lebih percaya diri dan bisa mengikuti terapi yang lain dengan mudah dan cekatan.

3. Matchingx

Matching atau mencocokkan ini dapat dipakai untuk memantapkan identifikasi sebagai permulaan dalam pelatihan identifikasi. Metode ini dapat membantu melatih ketelitian anak dalam memilih dan mencocokkan sesuatu. Setiap gangguan yang dimliki anak, maka tingkat mencocokkannya pun juga berbeda satu sama lain.

Baca Juga  Soal IPS Untuk ABK (anak berkebutuhan khusus) di SLB

Baca Juga: Fakta tunarungu yang perlu anda tahu

4. Fadling

Fadling atau meluntur merupakan salah satu terapi ABA untuk anak yang memiliki gangguan tunarungu yang juga dibarengi dengan gangguan tunawicara, dimana hal yang diajarkan adalah prompt. Setiap anak memiliki kemampuan yang berbeda-beda, maka metode ini juga dilakukan seusuai dengan kemampuan masing-masing anak.

5. Shaping

Shaping atau pembentukan adalah suatu teknik terapi ABA untuk anak yang memiliki gangguan tunarungu yang juga dibarengi dengan anak tunawicara. Teknik ini biasanya digunakan untuk mengajarkan kata-kata verbal yang dapat digunakan sehari-hari.

6. Chaining

Chaining merupakan salah satu perilaku kompleks menjadi beberapa mata rantai perilaku yang sederhana. Siklus DTT ini dapat diajarkan tersendiri di setiap mata rantai. Ketika anak sudah mulai belajar mata rantai, maka kemudian dapat digabungkan dengan perilaku sehari-hari yang untuh.

Semua metode tersebut dapat membantu anak yang memiliki gangguan tunarungu yang dibarengi dengan tunawicara belajar untuk melakukan kehidupan sehari-hari. Namun beberapa metode tersebut juga harus dilakukan pendekatan penyampaian materi antara lain yaitu :

  • Kehangatan dalam penyampaian
  • Ketegasan namun masih dalam batas yang wajar
  • Kelembutan (pengajaran tanpa kekerasan)
  • Prompt (bantuan, arahan) yang dilakukan secara lembut dan tegas
  • Apresiasi anak dengan beberapa imbalan yang selektif namun efektif untuk dijadikan motivasi untuk selalu berusaha belajar.

Demikian merupakan beberapa informasi mengenai terapi ABA untuk anak hambatan dengar yang juga dibarengi dengan tunawicara. Masih banyak teknik lainnya yang bisa digunakan untuk terapi anak tunarungu. Dengan menerapkan berbagai terapi di atas maka mereka setidaknya bisa terbantu untuk lebih mandiri dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Tinggalkan Komentar