Kajian Teori: 5 Pengertian Tunagrahita Kategori Sedang Menurut Para Ahli

By | September 1, 2018

Tunagrahita secara umum merupakan seseorang yang mengalami hambatan pada mental intelektual sehingga memerlukan layanan khusus untuk mengembangkan potensinya. Klasifikasi pada tunagrahita sendiri terbagi menjadi 3 antara lain tunagrahita kategori ringan (mampu didik), kategori sedang (mampu latih), dan kategori berat (mampu rawat).

Ilustrasi tunagrahita kategori sedang via i-medic.ro

Namun pada kali ini penulis mengulas pengertian mengenai tunagrahita kategori sedang atau biasa disebut tunagrahita mampu latih.

Baca Juga  Contoh Data Asesmen Untuk Anak Berkebutuhan Khusus ( ABK )

1. Martin dalam Maria J Wantah (2007:1), mengemukakan pengertian tunagrahita kategori sedang adalah siswa yang masih mampu melakukan kegiatan menolong diri sendiri seperti makan, minum, berpakaian, mandi, dan kegiatan menolong diri lainnya. Namun pada beberapa hal masih perlu dukungan dan bantuan orang lain, tergantung kerumitan yang dihadapi.

2. Mohammad Effendi (2006: 90), menjelaskan bahwa tunagrahita kategori sedang adalah siswa yang mempunyai kecerdasan sedemikian rendahnya sehingga tidak mungkin untuk mengikuti program yang diperuntukkan bagi siswa tunagrahita mampu didik (bidang akademik).

3. Mumpuniarti (2000: 32), menjelaskan bahwa tunagrahita kategori sedang dapat  melakukan keterampilan baik mengurus diri, mampu mengadakan adaptasi sosial di lingkungan terdekat, dan mampu mengerjakan pekerjaan rutin yang cukup sederhana dengan pengawasan atau bekerja di tempat aman.

4. AAIDD (American Association on Intellectual and Developmental Disabilities) dalam (Dunlap & Linda L, 2009: 164), “approximately 10% of individuals with mental retardation have moderate mental retardation. Despite some cognitive limitation with early intervention, a fungtional education, and supports, they can confortably live in the community when they are provided with daily living support . They can complete work and self-care tasks with moderate supervision”.

Pendapat tersebut menjelaskan sekitar 10% individu dengan tunagrahita, merupakan tunagrahita kategori sedang. Meski memiliki keterbatasan kognitif, tapi dengan intervensi dini, pendidikan fungsional, serta dukungan yang tepat dari orang dewasa. Tunagrahita kategori sedang dapat hidup dengan baik di masyarakat melalui dukungan hidup sehari-hari, serta dapat menyelesaikan pekerjaan sederhana dan merawat diri dengan pengawasan dari orang dewasa.

5. Sutjihati Soemantri (2006:107) mengungkapkan siswa tunagrahita kategori sedang sangat sulit bahkan tidak dapat belajar secara akademis namun masih dapat dididik mengurus diri seperti mandi, makan, minum, ataupun mengerjakan kegiatan rumah tangga sederhana. Oleh karena itu pembelajaran bagi siswa tunagrahita kategori sedang dapat diarahkan dalam bidang akademik fungsional maupun keterampilan tertentu yang umum dijuampai dilingkungan tempat tinggal siswa.

Baca Juga  Mengenal PKPBI danTahapannya Bagi Tunarungu

Daftar Pustaka:

Dunlap & Linda L. (2009). Early Childhood Special Education. New Jersy: Pearson Education.

Maria J. Wantah.(2007). Pengembangan Kemandirian Anak Tunagrahita Mampu Didik. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Direktorat Ketenagaan.

Mohammad Efendi. (2006). Pengantar Psikopedagogik Anak Berkelainan. Jakarta:Bumi Aksara.

Mumpuniarti. (2000). Penanganan Tunagrahita (Kajian dari Segi Pendidikan, Sosial-Psikologis dan Tindak Lanjut Usia Dewasa. Yogyakarta: PLB FIP UNY.

Sutjihati Somantri, (2006). Psikologi Anak Luar Biasa, Bandung: PT. Refika Aditama

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *