Kajian Teori: 8 Pengertian Tunagrahita Ringan Menurut Ahli

By | Juli 23, 2018

Pada kali ini penulis membagikan artikel mengenai pengertian tunagrahita kategori ringan atau mampu didik yang didalamnya dijelaskan oleh berbagai ahli, lebih jelas pengertiannya diuraikan sebagai berikut:

ilustrasi ATG ringan via lds.org

1. Moh. Amin (1995: 22) didasarkan pengertian yang dibuat AAMD (Association American on Mental Deficiency) dan OPP No. 72 tahun 1991 menyatakan bahwa ATG ringan yang memiliki hambatan pada kecerdasan dan adaptasi, namun masih memiliki kemampuan untuk berkembang pada bidang akademik penyesuaian sosial dan kemampuan bekerja.

2. Mohammad Efendi (2006: 90) menjelaskan bahwa tunagrahita ringan tidak mampu mengikuti program pendidikan di sekolah regular, tapi memiliki kemampuan yang masih dapat dikembnagkan melului pendidikan meskipun hasilnya tidak maksimal.

Baca Juga  Progsus pengembangan diri dan gerak mencuci tangan bagi Tunadaksa

3. S.A. Bratanata (1997: 5) menguraikan pengertian ATG ringan yakni anak yang masih memiliki kemungkinan untuk memperoleh pendidikan akademik sampai kelas dasar empat atau lima dan dapat mempelajari keterampilanketerampilan sederhana”.

4. American Association of Mentally Defficiency (AAMD) dan PP No. 72 tahun 1991 (dalam Mohammad Amin,1995:22), anak tunagrahita ringan adalah anak yang memiliki IQ antara 50-70 sehingga mengalami hambatan baik pada kecerdasan maupun adaptasi sosialnya, tapi mereka mempunyai kemampuan untuk berkembang dalam bidang pelajaran akademik, penyesuaian sosial, kemampuan bekerja”.

5. Munzayanah (2000: 22) menjelaskan anak tunagrahita ringan yakni anak yang masih memiliki kemungkinan memperoleh pendidikan baik pada bidang membaca, menulis, maupun menghitung pada suatu tingkat tertentu di sekolah khusus. Selain itu anak juga dapat dilatih pada keterampilan-keterampilan sederhana.

7. Emi ┬áDasiemi (1997:138) memberikan batasan anak tunagrahita ringan atau Debil yakni anak yang memiliki IQ antara 50/55 – 70/75, kurang mampu mencari penghasilan sendiri, namun masih mampu menerima pendidikan dan latihan keterampilan walaupun terbatas

8. Suranto dan Soedarini (2002: 3) menyatakan bahwa anak tunagrahita ringan mempunyai IQ 52-67, mereka memiliki kemampuan belajar akademik pada taraf yang sederhana dalam hal membaca, menulis, dan berhitung atau mata pelajaran yang memiliki tingkat kesukaran setara dengan yang dipelajari anak pada umumnya kelas 5 SD.

9. Mulyono Abdurrahman dan Soejadi S. (1994: 26-27) menjelaskan tunagrahita ringan perkembangan mentalnya tergolong subnormal akan mengalami hambatan dalam mengikuti pembelajaran di sekolah dasar. Namun anak memiliki potensi untuk menguasai pelajaran akademik dasar, mampu dididik untuk melakukan penyesuaian sosial yang dalam jangka panjang dapat berdiri sendiri dalam masyarakat dan mampu bekerja untuk menopang sebagian dan atau kehidupan orang dewasa.

Baca Juga  Pusat Alat Bantu Dengar: 4 Tempat Solusi Masalah Pendengaran di Indonesia

Daftar Pustaka:

Abdurrahman, Mulyono dan Sujadi. (1994). Pendidikan Luar Biasa. Jakarta: Depdikbud.

Amin,M, H. (1995). Ortopedagogik Anak Tunagrahita. Bandung: Dep Dikbud Dirjen Pt. Proyek Pendidikan.

Bratanata, S. A, (1997), Pendidikan Anak Terbelkang Mental. Jakarta: Depdikbud.

Efendi, Muhammad. (2006). Pengantar Psikopedagogik Anak Berkelainan. Surakarta: FKIP UNS.

Emi Dasiemi. (1997). Psikiatri Umum. Surakarta: Depdikbud UNS.

Munzayanah. (2000). Pendidikan Anak Tunagrahita. Surakarta: PLB-FKIP UNS.

Suranto dan Soedarini. (2002). Kemampuan Merawat Diri. Jakarta: Depdiknas.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *