Mengenal Lebih Dalam Metode Drill: Kegiatan Latihan Berulang

By | Mei 11, 2018

Metode drill merupakan salah satu metode pembelajaran yang menekankan pada kegiatan latihan yang dilakukan berulang-ulang secara terus menerus untuk menguasai kemampuan atau keterampilan tertentu. Berdasarkan pendapat Roestiyah NK (2001: 125), metode drill adalah teknik yang dapat diartikan sebagai suatu metode mendidik dimana peserta didik melakukan kegiatan latihan agar peserta didik mempunyai keterampilan lebih tinggi dari yang dipelajari.

Ilustrasi guru mengajar via nwlc.org

Berdasarkan pendapat J.J. Hasibuan dan Moedjiono (2000: 6). Metode drill merupakan pemberian latihan secara berulang kepada siswa agar memperoleh suatu keterampilan tertentu. Senada dengan pendapat tersebut berdasarkan pendapat Syaiful Sagala (2006: 61), menguraikan pengertian metode drill yakni   suatu cara mengajar yang baik untuk menanamkan kebiasaan kepada siswa untuk memperoleh keterampilan, ketangkasan, kesempatan, dan kecepatan. Keterampilan tersebut dapat dikuasai dengan adanya kebiasaan-kebiasaan yang sudah terbangun pada siswa.

Berdasarkan pendapat Suyanto & Asep Jihad (2013: 131), menjelaskan  keterampilan-keterampilan  apa  saja  yang  dapat dikembangkan melalui metode drill, diantaranya: keterampilan motorik melalui penggunaan alat-alat musik, olahraga, kesenian, dan melatih kecakapan  mental.  Melalui  pengulangan  yang  diberikan,  siswa  akan semakin menguasai keterampilan yang dipelajari. Hampir sama dengan pendapat  di  atas,  berdasarkan  pendapat  Syaiful  Bahri  Djamarah  & Aswan  Zein (2002:  87), menjelaskan bahwa metode drill sangat cocok untuk mengembangkan keterampilan siswa baik fisik maupun mental. Melalui latihan yang diulang suatu keterampilan dapat dikuasai setahap demi setahap hingga keterampilan dapat dikuasai secara menyeluruh.

Berdasarkan berbagai  pendapat berbagai ahli di atas, maka dapat ditegaskan bahwa metode drill merupakan salah satu metode yang dilakukan atau diterapkan dengan memberi latihan-latihan kepada peserta didik dengan berulang-ulang hingga keterampilan tertentu dapat dikuasai. Metode ini menekankan kepada kebiasaan yang diperoleh melalui latihan- latihan   yang   dilakukan   sehingga   penguasaan   keterampilan   tersebut semakin berkembang dan akhirnya dapat dikuasai dengan baik.

Hal-hal yang perlu diperhatikan 

Berbagai hal perlu diperhatikan dalam melaksanakan metode drill agar suatu pembelajaran dapat berjalan dengan baik, serta mencapai keberhasilan    yang    telah    ditetapkan.    Berdasarkan    pendapat    J.J. Hasibuan dan  Moedjiono (2000: 16), hal-hal tersebut antara lain:

Tujuan kompetensi yang akan dilatihkan atau dikerjakan jelas.

  1. Pembelajaran keterampilan membuat batako  diharapkan siswa akan mengetahui   proses   pembuatan   batako   dari   awal   hingga   akhir. Tahapan  proses  tersebut  dilaksanakan  melalui  analisis  tugas  yang telah dipecah-pecah.
  2. Durasi latihan dan perlu diperhatikan dalam penggunaan metode drill karena erat  kaitannya  dengan  tingkat  fokus  atau  perhatian  siswa dalam proses pembelajaran  yang berlangsung.  Maka perlu adanya dorongan dan trik agar siswa menikmati pembelajaran.
  3. Menjauhkan peserta didik dari perasaan bosan merupakan salah satu cara untuk membuat siswa menikmati pembelajara maka perlu adanya suatu selingan agar siswa tidak merasa bosan, mengingat metode drill dilaksanakan secara berulang-ulang.
  4. Perhatian tentang kesalahan-kesalahan siswa dilakukan oleh seorang guru untuk melihat masalah yang dihadapi oleh siswa sehingga dapat diperbaiki. Dalam   metode   drill   terdapat   diagnosis   kesalahan, sehingga   kesalahan-kesalahan   yang   terjadi   dalam   pelaksanaan metode ini sangat dianjurkan agar siswa mengetahui penyebab kesalahan yang terjadi dan selanjutnya dapat diperbaiki menjadi baik. Misalnya adalah ketika pembuatan batako terdapat masalah yaitu adonan terlalu cair. masalah tersebut terjadi karena pemberian air terlalu  banyak.  Maka  guru  harus  memberikan  pengertian  kepada siswa bahwa air pada adonan batako terlalu banyak. Selanjutnya diberikan  pengertian  tentang  takaran  yang  benar.  Ketika pembelajaran keterampilan selanjutnya, siswa dapat membuat adonan dengan baik melalui kesalahan  yang sudah  terjadi.  Istilah lainnya adalah siswa dapat belajar dari kesalahan yang terjadi.
Baca Juga  Mengenal Program Studi S1 Pendidikan Luar Biasa (PLB)

Prinsip dan Petunjuk Penggunaan 

Prinsip dan petunjuk dalam menerapkan perlu diketahui oleh pendidik agar dapat menerapkan metode tersebut dengan benar, sehingga akan nampak peningkatan yang diharapkan. Berdasarkan pendapat Nana Sudjana (2005: 86), menguraikan prinsip dan petunjuk menggunakan metode drill yaitu:

  1. Ketika persiapan pembelajaran, siswa perlu diberikan pengertian mendalam agar   dapat   memahami   kegiatan   yang   akan   dila Sehingga dalam pelaksanaanya siswa tidak mengalami kebingungan tentang apa yang sedang dikerjakan.
  2. Latihan pertama hendaknya bersifat diagnosis, yaitu dengan membiarkan kesalahan siswa. Selanjutnya biarkan siswa belajar dari kesalahan sebelumnya.
  3. Perlu mempertimbangkan tingkat perhatian atau fokus yang dimiliki siswa. Supaya materi yang disampaikan dapat diserap siswa dengan ba
  4. Harus disesuaikan  dengan  taraf  kemampuan  siswa.  Oleh  karena campur tangan guru sangat penting, salah satunya adalah membantu siswa ketika kesulitan melakukan tugas.
  5. Proses  latihan  hendaknya mendahulukan  hal-hal  yang dirasa  guru perlu dan berguna.

Tujuan

Tujuan merupakan capaian siswa yang akan diperoleh melalui penerapan  metode  drill.  Berdasarkan  pendapat  Roestiyah  N.K  (2001: 125),  tujuan  metode  drill  antara  lain:  siswa  memiliki  keterampilan motorik gerak, dapat mengembangkan kecakapan berfikir, serta mengasah kemampuan menghubungkan sebab-akibat.

Tujuan lain metode ini dikemukakan oleh ahli lain, Berdasarkan pendapat  Arif  Armai  (2002:175),  diantaranya:  memiliki  ketrampilan gerak, mengembangkan kecakapan berfikir, memiliki kemampuan menghubungkan antara suatu keadaan, dapat menggunakan daya pikirnya yang makin lama makin bertambah baik, dan menambah pengetahuan siswa akan bertambah dari berbagai segi.

Tujuan metode yang telah dikemukakan kedua ahli tersebut nampak terlihat tidak jauh berbeda. Apabila kita kaji lebih dalam, metode drill erat kaitannya  pada pembelajaran  keterampilan. Metode tersebut mengembangkan sebuah ketangkasan yang berhubungan dengan motorik, dapat  melatih  siswa  menghubungkan  sebab-akibat,  dan  kemampuan siswa akan semakin bertambah dengan pengulangan yang dilakukan.

Keunggulan 

Metode drill banyak digunakan pada pembelajaran keterampilan, karena berbagai pertimbangan keunggulan yang dimiliki metode tersebut. Berdasarkan pendapat Syaiful Sagala (2006: 217), keunggulan metode drill terletak kecepatan penguasaan materi sebagai dampak latihan yang diulang-ulang. Senada dengan pendapat di atas keunggulan lain metode drill diuraikan oleh pendapat dari Muchlisin Riadi (2013), yang menguraikan keunggulan metode drill antara lain sebagai berikut:

  1. Dalam waktu yang relatif singkat, dapat diperoleh penguasaan dan ketrampilan yang diharapka Hal ini terjadi karena intensitas latihan yang cukup  dan  pengulangan-pengulangan  yang  terjadi  sehingga siswa   dapat   menguasai   keterampilan   atau   kemampuan   yang diajarkan.
  2. Akan tertanam pada setiap pribadi siswa kebiasaan belajar secara rutin dan disiplin. Hal tersebut berkat kebiasaan yang dilakukan siswa dalam proses pembelajaran keterampilan. Kemudian guru juga memiliki peran dalam mendisiplinkan siswa karena metode drill tidak akan berjalan sukses tanpa peran guru yang memiliki wibawa dan keahlian.

Keunggulan metode drill yang telah disampaikan oleh kedua ahli tersebut  mengungkapkan  bahwa  keunggulan  metode  ini  antara  lain terletak pada penguasaan keterampilan dengan waktu yang cukup singkat karena pada teknik ini pemberian materi kepada siswa dilakukan dengan berulang-ulang. Kemudian siswa akan memiliki kebiasaan belajar dan disiplin secara rutin, ini terjadi karena pengulangan-pengulangan yang dilakukan.

Kelemahan

Kelemahan metode drill yang dihadapi ketika pembelajaran keterampilan batako yaitu kurangnya inisiatif siswa, karena kebiasaan siswa   diberikan   instruksi-instruksi   dari   guru   keterampilan   secara berulang-ulang. Kelemahan lain yang dirasakan siswa adalah cepat bosan karena pengulangan materi yang diberikan oleh guru keterampilan. Pendapat   tersebut   ditegaskan   Syaiful   Sagala   (2006:   218),   yang menjelaskan kelemahan metode drill adalah penekanan pada dampak pengulangan   yang  dilakukan,  sehingga  latihan  terkesan     monoton. Dampak lainnya inisiatif siswa kurang terasah karena kegiatan pembelajaran hanya mengulang.

Baca Juga  6 Tips Memperbaiki Postur Tubuh Agar Tegak dan Percaya Diri

Langkah Pelaksanaan

Sebelum melaksanakan suatu metode pembelajaran, sangat penting terlebih  dahulu  untuk  mengetahui  bagaimana  langkah-langkah pelaksanaan agar proses pembelajaran dapat berjalan dengan baik dan sukses. Berdasarkan pendapat Syaiful Bahri Djamarah dan Aswan Zein (2002: 89), langkah-langkah pelaksanaan dalam metode drill yaitu:

1. Fase pemberian latihan

Pertimbangan yang perlu diberikan kepada siswa sebelum latihan diberikan  antara  lain:  tujuan,  jenis  tugas,  kemampuan  siswa,  dan waktu yang diberikan. Seluruh bertimbangan tersebut agar siswa tidak merasa terbebani melebihi kemampuannya.

2. Langkah pelaksanaan latihan

Ketika latihan dilaksanakan perlu adanya dorongan atau motivasi dari guru agar siswa mampu   melakukan sendiri, dan bukan malah menyuruh orang lain. Serta dianjurkan agar siswa mengingat apa yang telah dikerjakan

3. Fase mempertanggungjawabkan latihan

Fase ini berisi refleksi dari apa yang telah dipelajari, serta kendala apa saja yang ditemui siswa dalam proses pelaksanaan keterampilan membuat batako, hingga didapat solusi untuk mengatasi kendala tersebut agar kemampuan siswa membuat batako meningkat.

Ditulis ulang dari skripsi berjudul:

Peningkatan Keterampilan Membuat Batako Melalui Metode Drill Bagi Tunagrahita Sedang Kelas VIII SMPLB C1 di SLB N 1 Sleman.

Karya: Krisnanto Try Sutrisno

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *