Contoh Diagnostik Kesulitan Belajar dan Pengajaran Remedial

By | Agustus 29, 2018

Berikut ini adalah contoh sederhana tentang diagnostik kesulitan belajar dan pengajaran remidial yang dapat diberikan kepada anak yang mengalami masalah belajar sehingga memerlukan penanganan khusus, semoga bermanfaat.

Diagnosisi kesulitan belajar via borderlinepersonalitytreatment.com

IDENTITAS SISWA

Identitas Siswa

  1. Nama Lengkap                 : E W R
  2. Tempat Tanggal Lahir    : Bantul, 17 April 2008
  3. Sekolah                               : SD X
  4. Kelas                                   : 1 SD
  5. Alamat rumah                  : Jl Raya X, Bantul, Yogyakarta.

Nb: silahkan tambahkan identitas anak lainnya supaya data menjadi lebih lengkap.

Baca Juga  6 Tips Memperbaiki Postur Tubuh Agar Tegak dan Percaya Diri

Karakteristik Khusus

  1. Kognitif / kemampuan belajar: anak sulit diajak belajar serius, anak suka bermain dan tidak mendengarkan guru ketika menerangkan.
  2. Komunikasi : komunikasi anak perkembang seperti anak normal pada umumnya.
  3. Sosial/emosi : anak cenderung senang ketika bergaul dan bermain dengan teman seusianya namun ia memiliki sifat ingin menang sendiri dan suka menangis jika keinginan tidak terpenuhi, kata orang tuanya dalam sehari ia tidak pernah absen menangis, ia biasa menangis ketika ingin berangkat ke sekolah.
  4. Kemandirian : anak agak sulit diarahkan untuk mengurus dirinya sendiri seperti duduk diam mendengarkan, sehingga ia sering tidak memahami pembelajaran yang diberikan.

Karakteristik Pembelajaran

  1. Kesulitan untuk memfokuskan konsentrasi untuk mendengarkan materi yang disampaikan guru serta motivasi belajar yang kurang
  2. Dikelas selalu membuat gaduh/ ramai sendiri
  3. Ketika pembelajaran berlangsung ia selalu mencari kesibukan lain
  4. Anak sering menangis sebelum berangkat ke sekolah ketika dirumah.
  5. Ketika sudah mulai lelah kadang ia menjawab soal dengan asal-asalan.

PENENTUAN PRIORITAS

Pembelajaran remidial yang akan diberikan pada anak yakni observer berfokus pada pengembangan konsep penjumlahan dengan memperhatikan terlebih dahulu pengubahan perilaku karena anak memiliki perilaku negatif yang telah dijelaskan seperti diatas sehingga perilaku buruk tersebut dapat berkurang bahkan hilang sehingga pembelajaran dapat berlangsung dengan baik.

MELOKALISIR KESULITAN BELAJAR

Sebenarnya banyak kesulitan yang dialami anak dalam berbagai mata pelajaran namun observer fokus pada kesulitan mata pelajaran matematika yakni anak belum memahami dengan baik konsep tentang penjumlahan sederhana karena ketika observer melihat pekerjaan siswa tersekan siswa menjawab dengan asal walaupun masih terdapat jawaban yang benar

IDENTIFIKASI FAKTOR PENYEBAB

Berdasarkan data yang telah diamati maupun dikumpulkan maka observer membagi kedalam dua faktor yakni:

Faktor dalam diri anak

  1. Motivasi anak sangat rendah
  2. Tidak memperhatikan pelajaran
  3. Sulit memfokuskan konsentrasi dan selalu mencari kesibukan lain
  4. Tidak menikmati pelajaran
  5. Tanggung jawab yang kurang

Faktor luar anak

  1. Observer menduga bahwa orang tua kurang melatih mengenai motivasi dan tanggung jawab pada anak.
  2. Orang tua kurang tegas kepada anak saat melakukan kesalahan

PENEGAKAN DIAGNISIS

Dari data yang diperoleh maka penulis dapat menyimpulkan bahwa anak mengalami berbagi masalah kesulitan belajar pada berbagai mata pelajaran, namun penulis memfokuskan pada pembelajaran matematika anak memiliki masalah pada konsep penjumlahan, hal tersebut terjadi karena faktor internal  dan eksternal yang telah disampaikan diatas sehingga membuat anak tidak memahami hal tersebut.

PROGNOSIS

Dilihat dari permasalahan yang terjadi pada kasus tersebut, masih dimungkinkan untuk ditolong dan diatasi masalah yang dihadapi anak, namun harus diselesaikan tiap masalah satu demi satu. Alokasi yang dibutuhkan untuk mengatasi dalam hal ini masalah yang menjadi fokus yakni penjumlahan tingkat dasar memerlukan waktu empat kali dalam seminggu, setiap pertemuan maksimal satu jam selama tiga bulan dengan tempat pelaksanaan dapat dilakukan disekolah maupun rumah.

Baca Juga  Menguraikan Pengertian, Fungsi, dan Tujuan Pendidikan

Pihak yang terlibat yakni guru dan orang tua harus selalu berkoordinasi dalam kemajuan pembelajaran bagi anak. Pengembangan harus dilakukan secara berkelanjutan.

REKOMENDASI

Penanganan wajib dilakukan secara berkelanjutan yakni dimulai dengan mengembangkan sikap anak serta motivasi belajarnya, guru tentunya harus selalu berkoordinasi dengan orang tua mencakup apa apa saja yang harus dilakukan orang tua kepada anak ketika dirumah. Sikap prang tua juga sangan berpengaruh bagi perkembangan anak sehingga orang tua haru benar-benar tepat dalam mendidik anak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *