Kurikulum Prototipe SLB: Pengertian, Karakteristik dan Penerapannya

By | Februari 6, 2022

Kurikulum Prototipe SLB 2022 merupakan salah satu bentuk perkembangan dunia pendidikan. Hal demikian bertujuan supaya pembelajaran menjadi semakin relevan dengan perkembangan dan tuntutan jaman. Selain itu kurikulum prototipe juga menjadi solusi dimana kita saat ini masih dalam suasana covid sehingga membutuhkan penyesuaian dalam pelaksanaan pendidikan.

Lalu bagaimana penerapan kurikulum prototipe di Sekolah Luar Biasa atau biasa disingkat SLB. Untuk mengetahui lebih jelasnya silahkan simak pada artikel ini. Dalam artikel ini dijelaskan antara lain pengertian, karakteristik, serta penerapan kurikulum prototipe di Sekolah Luar Biasa.

Kurikulum Prototipe SLB
Ilustrasi gambar prototipe

Pengertian kurikulum prototipe

Kurikulum prototipe secara sederhana merupakan kurikulum opsi atau pilihan yang dapat diterapkan di satuan pendidikan untuk pemulihan di periode waktu antara 2022 hingga 2024, dimana nantinya akan dievaluasi atau dikaji ulang di tahun 2024.

Prototipe kalau dalam kamus besar Bahasa Indonesia berarti model asli yang menjadi contoh. Kata ini berasal dari Bahasa inggris yakni prototype.

bannerartikel

Karakteristik kurikulum prototipe di SLB

1. Kurikulum ini menitikberatkan pada pengembangan softskill dan karakter siswa ABK

2. Berfokus pada materi-materi yang esensial atau materi yang bersifat mendasar dan perlu sekali dipahami oleh anak berkebutuhan khusus.

3. Guru memiliki fleksibilitas lebih dalam melaksanakan pembelajaran yang sesuai dengan kemampuan siswa anak berkebutuhan khusus (ABK)

Baca Juga: Pengertian pembelajaran berbasis masalah (problem based learning)

Penerapan kurikulum prototipe di SLB

1. Pada kurikulum prototipe Sekolah Luar Biasa, capaian pembelajaran pendidikan khusus dibuat hanya untuk anak yang mengalami hambatan intelektual.

2. Bagi siswa anak berkebutuhan khusus (ABK) yang tidak mengalami hambatan intelektual, maka capaian pembelajaran sama dengan sekolah umum atau regular sederajat namun harus memperhatikan prinsip-prinsip modifikasi kurikulum.

Baca Juga  Metode Maternal Reflektif (MMR) dan Prinsipnya Bagi Tunarungu

3. Pada penerapannya, pembelajaran di Sekolah Luar Biasa (SLB) sama dengan sekolah regular yakni melaksanakan pembelajaran berbasis projek (project based learning) dengan kedalaman materi serta aktivitas yang sesuai dengan karakteristik anak berkebutuhan khusus di SLB.

Demikianlah artikel mengenal kurikulum prototipe Sekolah Luar Biasa, semoga artikel ini bisa menambah referensi kita semua. Apabila artikel ini dirasa bermanfaat silahkan bagikan ke orang lain untuk menjangkau lebih banyak lagi pembaca, terima kasih.

Tinggalkan Komentar