20 Permainan Sederhana Untuk Melatih Motorik Halus Anak

By | April 5, 2021

Melatih Motorik Halus Anak bisa dilakukan melalui permainan atau aktivitas sederhana. Cara ini bisa diterapkan untuk anak umur 1-3 tahun, umur 4-5 tahun, 5-6 tahun maupun lebih. Baik anak yang belum sekolah, anak PAUD (anak usia dini) maupun yang sudah menginjak SD (sekolah dasar). Sehingga harapannya kemampuan yang berkaitan otot kecil (gerakan halus) pada anak dapat berkembang optimal.

Motorik halus sendiri dalam bahasa inggris disebut fine motor skill merupakan aktivitas yang berkaitan dengan gerakan-gerakan halus yang mana dilakukan oleh otot-otot kecil. Adapun tujuan pengembangan motorik halus anak sejak dini yakni untuk melatih koordinasi motorik anak yang berkaitan dengan kesiapan menulis maupun kegiatan-kegiatan yang melibatkan koordinasi antara mata dan tangan.

Melatih motorik halus anak
Melatih motorik halus anak via medium.com

Dalam prosesnya, untuk mengembangkan kemampuan anak pada aspek ini tidak harus di sekolah. Tetapi sejak dini ayah dan ibu bisa mengembangkan motorik halus anak di rumah dengan cara melalui aktivitas maupun permainan-permainan sederhana yang diulas dalam artikel seperti berikut ini.

Permainan Sederhana Untuk Melatih Motorik Halus Anak

1. Menggambar dan mewarnai

Menggambar dan mewarnai
Menggambar dan mewarnai via 123pormi.co

Menggambar mewarnai merupakan kegiatan yang penting untuk dikenalkan pada anak sejak kecil. Aktivitas ini melatih untuk melenturkan otot-otot tangan melalui proses untuk memindahkan objek tertentu ke media kertas. Kegiatan ini juga berfungsi untuk melatih motorik halus anak antara koordinasi mata dan tangan.

2. Melipat kertas (origami)

anak melipat kertas
anak melipat kertas via parade.com

Origami atau melipat kertas adalah kegiatan membuat karya dari bahan kertas dengan cara dilipat untuk membentuk menyerupai hal tertentu. Anda juga bisa melatihkan kegiatan ini pada anak dimulai dari bentuk yang sangat sederhana hingga seiring berjalannya waktu dikembangkan ke dalam lipatan dengan bentuk yang lebih rumit. Permainan origami disukai anak karena bisa menggunakan kerta warna-warni dan bisa menghasilkan bentuk yang unik dan beragam.

3. Meronce

kegiatan meronce
kegiatan meronce via berkeluarga.id

Mungkin bagi beberapa orang istilah meronce cukup asing ditelinga. Pengertian meronce adalah membuat karya dengan cara menyususun bagian-bagian berlubang kemudian dirangkai menjadi satu kesatuan dengan senar atau tali. Contoh hasil karya meronce misalnya saja gelang, tasbih, dll. Kegiatan ini sangat baik untuk melatih kemampuan motorik halus maupun tingkat konsentrasi pada anak.

4. Menghubungkan titik-titik

anak menebalkan titik-titik
anak menebalkan titik-titik via kidsinthehouse.com

Menghubungkan titik-titik adalah kegiatan sederhana yang bisa orang tua latihkan kepada anak. Cukup menggunakan alat berupa pensil dan kertas, anda bisa membuat titik-titik dari yang sederhana sesuai kemampuan anak. Kemudian anak diminta untuk menghubungkan antar titik, dimulai dari dua titik, tiga titik, hingga banyak titik membentuk gambar tertentu. Kegiatan ini dilatih untuk tahap awal anak dalam menulis.

5. Melukis

anak sedang melukis
anak sedang melukis via htba.com

Melukis adalah membuat karya seni dengan menggunakan cat, kuas dengan media kanvas. Aktivitas ini melatih anak untuk kreatif mengeluarkan imajinasinya. Kemudian juga melatih mororik halus dimana anak menggores kuas di atas kanvas. Aktivitas ini disukai anak kecil karena anak bisa berekpresi dan melihat warna-warna yang beragam.

Baca Juga  4 Manfaat Memberikan Mainan Edukasi Bentuk Fisik Kepada Anak

6. Bermain playdough

melatih motorik halus anak dengan bermain playdough
Anak bermain playdough via rocksforkids.com

Palydough adalah media yang juga nama produk alat bermain berupa bahan yang bisa dibentuk sedemikian rupa menjadi benda-benda tiruan tertentu seperti hewan, maupun bentuk lainnya yang disukai anak. Permainan ini melatih kemampuan motorik halus anak melalui kegiatan meremas dan membentuk. Apabila anda (orang tua) mengalami keterbatasan pada media, bisa mengganti dengan menggunakan tanah liat yang bertekstur halus.

7. Menggunting kertas sesuai pola

melatih motorik halus anak dengan menggunting kertas
anak menggunting kertas via freepik.com

Menggunting kertas sesuai pola bisa dilatihkan pada anak dari mulai pola sederhana garis lurus, kemudian melengkung, zigzag, pola bangun datar persegi, persegi panjang, lingkaran, hingga bentuk pola yang rumit seperti gambar tententu yang terdiri dari garis yang kompleks. Pada kegiatan ini orang tua perlu untuk mengawasi anak bila masih kecil. Karena gunting merupakan benda tajam sehingga jangan sampai disalah gunakan oleh anak.

8. Menyususun balok kayu

Anak menyusun balok kayu
Anak menyusun balok kayu via jusblocks.eu

Menyususun balok kayu melatih kemampuan anak dalam koordinasi mata dan tangan. Dimana anak menyusun balok-balok kayu menjadi sebuah bangunan misalnya saja membuat menara, jembatan, maupun bentuk-bentuk bangunan lainnya yang disukai.

9. Menempel dan melepas sticker

anak menempel sticker
anak menempel sticker via lovevery.com

Orang tua bisa melatih kemampuan otot-otot kecil pada anak dengan kegiatan Menempel dan melepas sticker. Latih anak untuk menempel sesuai dengan pola yang tepat. Untuk mendapatkan stickernya bisa membuat sendiri atau juga bisa membeli di toko-toko yang menjual mainan edukasi untuk anak.

10. Meremas spons/busa berisi air

gambar busa atau spons
gambar busa atau spons via sukabumiupdate.com

Meremas spons/busa berisi air bisa dilatihkan untuk mengembangkan motorik halus anak. Kegiatan ini berhubungan dengan air sehingga bisa memilih tempat di sekitar kamar mandi atau tempat lainnya yang mendukung kegiatan, kemudian untuk waktu bisa dilatihkan saat anak mandi.

11. Melukis dengan jari

melukis dengan jari
Melukis dengan jari via colourbox.com

Bila sebelumnya kita sudah mengulas kegiatan melukis. Tapi melukis kali ini berbeda yakni menggunakan jari secara langsung. Biarkan anak mencoba untuk mencelupkan jari kedalam cat lalu menggores-goreskan pada media kanvas. Pada kegiatan ini mungkin akan membuat anak menjadi kotor sehingga pilih tempat yang tepat dan mendukung.

Kalender rutinitas harian anak
Kalender rutinitas harian anak

12. Memasang dan melepas kancing baju

melatih motorik halus anak dengan mengancingkan baju
anak mengancingkan baju via orami.co.id

Bila orang tua ingin melatih motorik halus sambil melatih kemandirian anak maka memasang dan melepas kancing baju bisa menjadi pilihan. Kegiatan ini sangat bermanfaat karena melatih koordinasi tangan dan mata melalui memasukkan dan melepas kancing yang ada di baju.

13. Bermain pasir

melatih motorik halus anak dengan bermain pasir
anak bermain pasir via freepik.com

Apabila dilingkungan tempat tinggal anda (orang tua) terdapat pasir. Maka bisa anda gunaka untuk melatih motorik halus anak. Anda bisa meminta anak untuk meremas-remas hingga bila memungkinkan bisa juga meminta untuk membentuk bangunan tertentu. Untungnya pada saat ini sudah banyak mainan yang menyerupai tekstur pasir yang bisa anda temukan di toko mainan anak.

Baca Juga  9 Tips Guru Muda Yang Baru Bekerja Agar Disukai Rekan Kerja Di Kantor

14. Membuka dan menutup botol

anak sedang membuka botol
anak sedang membuka botol via dreamstime.com

Membuka dan menutup botol adalah kegiatan sederhana namun bermanfaat dilatihkan pada anak kecil. Kegiatan ini melatih kemampuan anak pada otot-otot jari tangan. Selain itu juga melatih anak mengenai arah, karena arah untuk membuka dan menutup tentunya berbeda.

15. Menali sepatu

melatih motorik halus anak dengan memakai sepatu
anak menali sepatu via theinspiredtreehouse.com

Menali sepatu melibatkan koordinasi antara tangan dan mata. Selain itu kegiatan ini juga melatih kemandirian anak sejak dini. Sehingga penting bagi orang tua untuk melatihkan di rumah melalui tahapan memasukkan tali ke lubang sepatu, hingga cara menalinya. Sebaiknya dalam melatihkan pada anak bisa dilakukan secara bertahap.

16. Memasang puzzle

anak bermain puzzle
anak bermain puzzle via lakeside.com

Puzzle adalah jenis permainan yang sangat bermanfaat bagi anak. Pada umumnya di sekolah PAUD pasti ada media ini. Selain melatih motorik halus, permainan ini juga melatih kemampuan kognitif anak. Anak akan aktif menyusun puzzle menjadi suatu gambar yang lengkap dan utuh. Permainan ini penting untuk dikenalkan orang tua kepada anak sejak dini.

17. Memindahkan kelereng

anak bermain kelereng
anak bermain kelereng via sahabatnesia.com

Permainan memindahkan kelerang bisa dilatihkan pada anak sejak kecil. Permainan ini bisa melatih anak dalam kemampuan menggenggam. Mulai dari kelereng atau benda yang besar hingga kecil. Cara ini juga bisa dilatihkan anak sebagai tahapan sebelum memegang pensil.

18. Menjiplak

anak menjiplak daun
anak menjiplak daun via youtube.com

Bila dalam kegiatan menggambar anak berusaha memindahkan objek dalam sebuah media kertas. Maka menjiplak merupakan kegiatan yang lebih mudah dimana anak menggoreskan alat tulis dengan pola atau bentuk yang sudah ada.

19. Memecahkan plastik gelembung pembungkus

anak bermain pembungkus barang (bubble wrap)
anak bermain pembungkus barang (bubble wrap) via handsonaswegrow.com

Bila kita membeli barang tertentu utamanya yang rentan atau mudah pecah pasti mendapatkan plastik gelembung pembungkus. Tahukan anda bahwa pembungkus ini sangat bermanfaat lho untuk melatihkan motorik halus pada anak. Latih anak untuk memecahkan gelembung-gelembung satu per satu.

20. Menyusun lego

melatih motorik halus anak dengan bermain lego
anak bermain lego via lego.com

Lego adalah permainan bongkar pasang menyerupai benda tertentu. Permainan ini sangat populer dimainkan oleh anak selain karena bisa dibentuk menjadi berbagai hal tetapi juga memang permainan ini sangat bermanfaat bagi anak yakni mengembangkan kemampuan motorik halus. Permainan ini bisa didapatkan di berbagai tempat yang menjual mainan anak.

Demikian tadi aktivitas maupun permainan sederhana yang bisa dilakukan untuk melatih mootorik halus anak. Kegiatan ini bisa dilakukan oleh orang tua di rumah , maupun guru di sekolah. Silahkan bagikan artikel ini untuk menjangkau lebih banyak pembaca. Baca juga artikel lainnya mengenai dunia pendidikan di situs ini, terima kasih banyak.