4 Jenis Terapi Disleksia yang Perlu Diketahui Orangtua

By | September 21, 2021

Disleksia merupakan kondisi yang menjadikan penderitanya mengalami kendala dalam menulis, membaca dan mengeja kata. berbeda dengan jenis gangguan belajar, penderita kondisi ini tidak mengalami masalah terkait tingkat kecerdasannya. Kondisi ini juga bisa ditangani dengan terapi Disleksia untuk penderitanya.

Jenis-Jenis Terapi Disleksia

Terapi Disleksia
Anak disleksia via medanta.org

Terdapat empat jenis terapi Disleksia yang biasanya diberikan untuk penderita kondisi ini, yakni:

1. Orton-Gilingham

Terapi Disleksia ini menerapkan teknik dalam mengajarkan membaca bagi penderitanya dengan cara bertahap. Dalam metode ini, penderita diajak untuk mencocokan huruf dan suara serta mengenali cara pengucapan huruf yang diberikan dengan benar.

Metode terapi ini fokus untuk mengajarkan penderita agar bisa membaca dalam tingkatan kata serta bukan menjadi terapi satu-satunya untuk dilakukan. Disamping itu, metode terapi ini juga memakai berbagai cara agar anak bisa terbantu dalam belajar, contohnya dengan sentuhan.

Baca Juga: Jenis terapi autis

2. Instruksi multisensori

Metode terapi Disleksia ini mengajarkan anak untuk memakai seluruh indranya misalnya penglihatan, sentuhan, penciuman, pendengaran serta gerakan untuk membantu mereka dalam belajar. Penderita Disleksia akan diajak belajar dengan cara yang lebih efektif.

Metode terapi ini juga memungkinkan para peserta untuk menjalaninya dengan belajar memakai cara mereka sendiri. Hal ini tentu memungkinkan anak untuk bisa belajar memakai indra paling kuat yang dimilikinya serta meningkatkan kemampuan indra paling lemah yang dimilikinya.

3. Terapi menggunakan metode fonik

Jenis terapi Disleksia dengan metode fonik adalah metode yang menggunakan kemampuan auditori dan visual anak dengan menanamkan huruf yang sesuai bunyi bacaannya. Contohnya, huruf B yang berbunyi ‘be’, huruf C yang berbunyi ‘ce’ serta berbagai huruf lainnya.

Disamping itu, anak juga akan diberi pembelajaran mengenai beberapa hal lain misalnya menulis, membaca, mengeja, memahami huruf, susunan huruf dalam suatu kata, menyusun kalimat untuk pemahaman kosa kata baru dan lainnya.

Baca Juga  Berbagi Pengalaman: Kuliah di Jurusan PLB Hingga Lulus

4. Terapi auditori dan visual

Anak dengan kondisi Disleksia biasanya tidak terlepas dari permasalahan penglihatan dan pendengaran. Terapi Disleksia ini dapat Anda berikan guna membantu anak dalam mengenali huruf serta membaca huruf yang dipelajari tersebut dalam kata maupun kalimat.

Tips Bagi Orang Tua dengan Kondisi Anak Disleksia

Selain menerapkan upaya terapi oleh profesional, juga dibutuhkan pendampingan dari orang tua yang menjadi bagian terpenting untuk tumbuh kembang mereka. Beberapa cara yang bisa dilakukan orang tua dalam mendamping buah hati diantaranya :

1. Membantu anak ketika belajar membaca

Terdapat banyak cara yang bisa dilakukan untuk membantu buah hati belajar membaca, antara lain : Mendengarkan audio book dengan anak. Tips ini bisa dilakukan dengan menuntun anak agar mendengarkan audio book tersebut sambil membaca tulisan dengan bunyi sama. Pastikan buah hati mempunyai waktu untuk membaca sendiri.

2. Monitoring performa belajar anak

Bangunlah kerjasama degan guru di sekolah supaya anak bisa memperoleh pola belajar berdasarkan kondisinya. Disamping itu, Anda juga dapat memanfaatkan tablet, smartphone atau komputer dalam pembelajaran yang lebih menarik.

Baca Juga: Terapi okupasi untuk cerebral palsy

3. Memberikan dukungan emosional

Dukungan emosional adalah komponen penting yang sebaiknya diberikan pada anak Disleksia. Pastikan anak Anda bisa memahami meskipun ia dalam kondisi Disleksia namun ia memiliki kemampuan lain untuk dibanggakan.

Nah, itulah jenis terapi Disleksia yang bisa dijalani untuk menangani kondisi tersebut. Disleksia memang bisa memberikan banyak tantangan bagi orang tua maupun anak, maka dari itu dengan penerapan terapi yang tepat diharapkan bisa memberikan hasil yang baik. Anda bisa berkonsultasi pada dokter untuk mendiskusikan jenis terapi yang paling sesuai dengan kondisi anak Anda.